Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 98 - Dermaga



...***...


Derek berjalan menyusuri jalan setapak. Dirinya sudah berjalan cukup jauh dari kediaman Nils.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya ia memutuskan untuk duduk di salah satu tempat yang cukup tenang. Tempatnya seperti sebuah taman dengan beberapa bangku taman yang terbuat dari besi bercat putih.


Beberapa penduduk setempat terlihat menghiasi tempat tersebut. Derek mengambil duduk di salah satu bangku yang ada. Letaknya cukup jauh dari keramaian.


Ia duduk sejenak. Tangannya mulai bergerak mengotak-atik telecosysnya, menekan beberapa tombol yang ada sehingga sebuah layar tampak dihadapannya.


Di layar hologram yang muncul, Derek melihat sederet angka yang berjejer. Angka-angka itu tak lain dan tidak bukan merupakan saldo rekening yang dipinjamkan Nils untuknya. Sisanya hanya tinggal beberapa puluh juta saja setelah ia memakainya kemarin untuk membeli pakaian dan beberapa perlengkapan rumah. Selain itu mengurus paspor dan lain-lain.


"Dengan sisa uang yang aku miliki ini, aku bisa saja menyewa boat untuk besok. Tapi, sepertinya ada baiknya kalau aku mengecek situasi pelabuhan besok dan memastikan apakah mereka kemari atau tidak," gumam Derek pelan.


Derek menekan tombol yang ada. Tombol itu membuat tombol yang semula muncul seketika menghilang.



...*...


Pukul depan pagi, Nils sudah dibuat kebingungan dengan Derek yang tiba-tiba menghilang setelah selesai sarapan. Nils hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan begitu sadar bahwa Derek pergi memulai pekerjaannya.


Tiba di dermaga, Derek melangkah menuju tempat yang biasa di pakai oleh para penjaga yang datang dan pergi ke tempat dimana markas berada. Sayangnya setelah tiba di sana, Derek harus dibuat kecewa karena harapannya bertemu dengan penjaga tak menjadi nyata.


"Sepertinya ini bukan hari keberuntunganku," gumam Derek yang lantas memilih untuk diam di tepi dermaga dengan kaki mengapung di atas air.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apakah lebih baik aku menyewa boat dan pergi sendiri?" lirihnya pelan.


Kalau aku pergi sendiri, takutnya mereka menanyai maksud kedatanganku ke sana. Apalagi tanpa Joe. Beda halnya kalau aku bersama dengannya atau aku bersama dengan penjaga lain yang memang memiliki tujuan pergi ke sana, batin Derek. Ia terdiam memikirkan cara agar dirinya bisa pergi ke markas tanpa membuat masalah dan menarik perhatian orang-orang di laboratorium.


Derek merekahkan senyumannya ketika sebuah ide tiba-tiba muncul dibenaknya. Ia beranjak bangun, tapi begitu bangun, atensinya beralih pada beberapa orang pria tua yang terdengar berdebat satu sama lain di tepi dermaga.


Derek yang penasaran dengan yang mereka perdebatkan lantas menghampiri mereka guna melerai pertengkarannya yang nyaris membuat keduanya baku hantam.


Derek membantu mereka berdamai, setelah mengetahui permasalahannya. Derek segera membantu mereka hingga keduanya kembali akur.


Begitu tahu salah satu diantara mereka memiliki boat, Derek lalu menyewa boat miliknya dengan alasan ada tepat yang harus ia kunjungi. Setelah membayar dengan harga yang tidak murah, Derek segera pergi menggunakan boat tersebut.


Derek menyusuri lautan dengan boat yang disewanya. Ia melaju menuju arah dimana markas seharusnya berada. Namun, membutuhkan waktu yang cukup lama agar dirinya benar-benar bisa tiba disana.


...***...