
...***...
Rei membuka kedua matanya spontan saat secara tiba-tiba ia melihat Lucy dalam penerawangannya.
"Liana… kenapa aku tiba-tiba mendapatkan penerawangan tantangnya?" Rei memonolog, ia diam dengan seribu bahasa.
Dalam yang aku lihat, dia dan salah seorang pria berhasil bertemu dengan lelaki yang dimaksudnya waktu itu. Itu artinya, dia berhasil bertemu dengannya? Tapi lelaki itu bersama dengan lelaki lain. Gawat, perasaanku jadi tidak enak. Apakah jangan-jangan akan ada sesuatu yang terjadi padanya? Rei membatin.
Rasa cemas mendadak menghampiri dirinya setelah ia melihat Lucy dan Aland dalam penerawangannya.
Aku harus membantunya. Mungkin, ini bisa jadi jalanku agar aku tahu tujuan dan keterlibatan antara Liana dan pria itu. Rei bergegas mengambil jaket miliknya dengan kunci motornya.
Tiba di luar rumah, ia segera melajukan motornya keluar dari pekarangan.
El… aku mendapatkan penerawangan tentang Liana. Dia sudah berhasil bertemu dengan pria yang kita bicarakan waktu itu. Rei berusaha memberitahu Elvina.
Benarkah? Bagaimana bisa kau mendapatkan penerawangan tentangnya?
Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju ke tempatnya. Aku memiliki firasat buruk tentang Liana, apalagi pria itu datang dengan salah satu anak buahnya yang cukup kuat.
Astaga. Gawat! Kalau begitu kita harus menolongnya. Aku akan ke sana. Segera kirimkan lokasinya padaku.
Aku akan mengirimkan lokasinya padamu secepatnya. Selain itu, kita cari tahu tentang apa hubungan mereka sebenarnya.
Ide yang bagus! Kalau begitu aku akan segera menyusul, kita bertemu di sana!
Baiklah.
Rei mempercepat laju motornya.
...*...
"Kembalikan Am!" teriak Lucy pada pria yang kini berdiri dengan lelaki lain di sana.
"Am? Siapa orang yang dia maksud?" Andrich menaikkan sebelah aslinya, menampakkan raut wajah bingung.
"Benarkah?"
"Ya. Aku sampai saat ini tidak tahu dimana dia bersembunyi."
Dorr! Dorr! Dorr!
Lucy kesal bukan main, ia menembak pria itu dengan thorny bites miliknya.
Andrich yang melihat Lucy menyerang mereka lantas menggerakkan tangannya.
Sosok makhluk halus besar segera berdiri di hadapan mereka dan langsung melindungi Andrich dan tuannya.
Lucy dan Aland membelalakkan mata saat melihat peluru mereka melayang di udara tanpa sempat mengenai tubuh mereka, seolah-olah ada sebuah dinding tidak terlihat di tengah-tengah mereka.
Apa yang terjadi? Kenapa peluruku tidak mengenai mereka? Lucy terkejut sendiri jadinya.
Andrich tersenyum simpul. Ia menggerakkan sebelah tangannya memberikan isyarat pada makhluk yang baru saja melindunginya.
Makhluk itu bergerak mengikuti perintahnya, mengibaskan sebelah tangannya yang dalam sekejap membuat Lucy dan Aland terhempas jauh dari posisi mereka berdiri.
"Arghh…" Lucy dan Aland meringis kesakitan.
"Lou, are you okay?" Aland bangun tertatih menghampiri rekannya.
"Aku baik-baik saja," kata Lucy sambil menahan sakit.
Apa itu tadi? Dia hanya menggerakkan tangannya, tapi kenapa kita bisa langsung terhempas? Tubuhku terasa sangat sakit, batin Lucy. Ia berusaha untuk bangkit dari posisinya. Tapi belum sempat Lucy bangkit, makhluk itu lebih dulu bergerak menarik tubuhnya hingga melayang di udara.
"Tangkap dia hidup-hidup," kata tuannya, pada Andrich.
"Baik, tuan."
...***...