
...***...
"Tapi aku tidak mengerti, bagaimana bisa dia berubah menjadi baik hanya dalam sekejap?" gumam Elvina.
"Aku juga tidak percaya dia berubah begitu cepat."
"Am, bisakah kau jelaskan apa yang terjadi?" ujar Lucy.
"Benar, jelaskan pada kami kenapa dia bisa ada di sini," kata Rei.
"Aku tidak tahu bagaimana persisnya. Tapi dari yang aku dengar dari Luna dan yang lainnya, mereka bertemu dengan Joe di hutan. Saat itu, dia sedang kesulitan. Dia membawa seorang laki-laki bersamanya."
"Seorang laki-laki?"
"Dari yang dia bilang, laki-laki itu adalah adiknya. Dia tidak sadarkan diri. Namanya Derek."
"Maksudmu, Derek yang tadi di maksud oleh Dorothy?"
"Iya. Itu adalah adiknya Joe. Dia terluka parah dan tidak sadarkan diri sampai sekarang, saat kondisinya seperti itu, Joe meminta bantuan pada Luna dan yang lainnya. Dorothy yang merasa kasihan lalu membiarkan mereka untuk tinggal di sini dan memintaku untuk membantu merawatnya. Dari yang aku dengar juga, saat itu kondisinya Joe sedang di kejar oleh para penjaga."
"Lalu, apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu setelah datangnya Joe ke sini? Apakah dia melakukan kejahatan lain?" tanya Elvina.
"Tidak ada yang berubah. Semua keadaan baik-baik saja. Bahkan, setiap hari Joe sibuk menemani Derek yang tidak sadarkan diri. Dia merawat adiknya dengan penuh kasih sayang. Sepertinya dia sangat menyayangi adiknya."
"Sungguh aneh…," gumam Elvina yang diangguki yang lain.
William yang sejak tadi tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Tapi kemudian Rei menjelaskan semuanya pada William.
Tak lama, perhatian mereka seketika beralih saat mereka melihat Dorothy yang baru saja keluar dari dalam kamarnya Derek. Wanita itu keluar dengan membawa beberapa alat medisnya.
"Dorothy!" Elvina segera menghampiri wanita itu, meminta penjelasan darinya.
...*...
"Bolehkah kami duduk bersamamu?"
"Ya. Silahkan."
Rei dan yang lainnya lalu duduk di samping Joe.
"Jadi, kau benar-benar sudah berubah?" gumam Elvina. Mereka sudah melihatnya sendiri bagaimana sikap Joe.
Saat makan siang, dia bahkan tampak berbaur dan membantu penduduk lain di desa. Bahkan dia juga tampak akrab dengan Thalia.
"Ya, seperti yang kalian lihat. Aku sudah berubah. Aku tidak lagi seperti Joe yang kalian kenal dulu. Aku sudah berhenti bekerja untuk profesor," balasnya.
"Tapi kenapa kau tiba-tiba berubah? Apa yang membuatmu jadi seperti ini?" William masih penasaran dengan apa yang terjadi.
"Itu karena adikku."
"Kau punya adik?" tanya Rei.
"Iya. Aku punya seorang adik. Dia laki-laki, selain itu…, dia satu-satunya keluarga yang aku miliki di dunia ini." Joe menjelaskan tanpa menoleh.
"Tapi kau sempat menculik ku beberapa waktu lalu," kata William.
"Tapi aku membebaskan mu kan?" Joe beralih fokus padanya.
"Ya…, kau memang membebaskan ku."
"Kenapa kau membebaskan Will saat itu? Bukankah kau bekerja untuk profesor?" Kali ini Elvina yang bertanya.
"Saat aku menculik William dan menyekapnya di tempat persembunyianku, aku menyadari sesuatu. William, mengingatkanku pada adikku. Derek. Aku sempat bertengkar dengannya dan sudah sangat lama kami tidak bertemu. Berada dengan William membuatku teringat padanya," gumam Joe dengan tertunduk.
...***...