Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 453 - Doa



...***...


Rei membelalakkan matanya. Ia benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya dari penerawangannya.


Ia melihat William yang sedang berhadapan dengan Joe, dan ia kalah telak.


Bagaimana ini? Aku tidak akan bisa membantunya dengan posisiku yang seperti ini, batin Rei.


Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menolongnya?


"Arghh…" Rei mengerang kesakitan saat energinya semakin di serap habis.


Andrich tersenyum simpul sembari menikmati setiap energi Rei yang diserapnya.


"Kau memang benar-benar memiliki energi yang nikmat," gumam Andrich.


El! Elvina! Rei tidak bisa tinggal diam. Ia harus segera memberitahu Elvina tentang adiknya.



Rei?


Will! Dia dalam bahaya. Joe sekarang berada di sekolahnya dan berusaha menangkapnya.


Apa?!


Aku melihat dia tidak bisa mengatasinya. Aku benar-benar minta maaf, karena untuk sekarang aku tidak akan bisa menolongnya. Aku sendiri sedang jebak masalah.


Apa? Apa yang terjadi denganmu?


Aku berusaha menyelamatkan Liana dari Andrich.


Liana?


Ceritanya panjang. Lebih baik kau bantu Will, dia sangat membutuhkan bantuan.


Aku mengerti.


"Arghh!" Rei semakin merasakan kesadarannya terus menipis. Bersamaan dengan itu, napasnya semakin berkurang hingga membuat kepalanya pusing.


"Hanya sedikit lagi, dan setelah itu kau akan kehilangan seluruh kesadaranmu. Baru aku akan membawamu pergi," kata Andrich.


Rei terkulai tak berdaya. Pandangan matanya memburam.


Lou… kau dimana? Hanya kau… yang bisa membantuku saat ini.


Leon tersentak kaget saat melihat kekasihnya mendadak bangun dari duduknya dengan wajah pucat pasi.


"El, kau kenapa?"


"Will!"


"Huh?"


"Aku harus pergi sekarang." Elvina meraih tasnya dan berbalik cepat hendak meninggalkan restoran tempat mereka berada.


"El, tunggu dulu. Ada apa?" Leon menahan Elvina.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku harus pergi ke sekolah Will. Aku harus memastikan keadaannya." Elvina semakin panik. Ia segera menepis tangan Leon dan berlari keluar restoran.


Leon segera memanggil pelayan dan membayar seluruh makanan sebelum mengejar Elvina yang kini sudah berada di luar.


"Elvina!" Leon menyerukan namanya begitu tiba di luar dan melihat Elvina sedang resah mencari kendaraan yang bisa mengantarkannya hingga ke sekolah tempat adiknya berada.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi sehingga kau mendadak panik seperti ini. Yang pasti, untuk sekarang aku tidak akan banyak bertanya, dan biarkan aku mengantarkanmu ke sekolah Will."


"Okay, cepatlah!" Elvina cepat-cepat berlari menuju arah mobil Leon yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.


Leon segera mengikuti Elvina dari belakang dan segera melajukan mobilnya pergi dari sana.


Sepanjang jalan, Elvina resah bukan main. Ia terus berdoa dan berharap kalau Joe gagal menangkap adiknya.


Will, bertahanah. Aku akan segera datang membantumu.


Aku harap, Joe gagal menangkapnya.


Elvina terus berusaha tenang. Tapi sialnya gagal. Ia benar-benar tidak bisa tenang.


Ternyata, perasaan mama benar. Akan terjadi sesuatu dengan Will.


Aku tidak bisa membayangkan kalau Will sampai tertangkap oleh Joe. Apa yang nanti harus aku katakan pada mama?


Keringat dingin membasahi kening Elvina dengan jantungnya yang terus berderu hebat.


Leon disisinya terus fokus pada jalan yang kini mereka lalui. Sesekali ia menoleh ke arah Elvina yang dalam keadaan benar-benar resah.


Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Elvina begitu cemas setelah menerima telpon dari mamanya? Bukankah dia bilang ingin menghubungi Will?


...***...