Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 323 - Cari penginapan lain



...***...


"Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa mereka bisa menemukan keberadaanku?" Pricilla terus memacu laju mobilnya. Sesekali ia menoleh pada Derek yang duduk tepat di sampingnya.


"Mereka pasti menemukanmu lewat mobil yang kau kendarai."


"Mobil?"


"Ya. Itu yang membuat mereka dengan mudah melacak keberadaanmu. Kalau kita ingin benar-benar bebas dari kejaran mereka, maka kita harus meninggalkan mobil ini."


"Meninggalkan mobilku? Tapi… aku sudah susah payah menabung untuk bisa membeli tiga mobil."


"Tapi bukankah kau bilang kalau kau lebih menyayangi nyawamu?"


"A… ah, ya. Itu memang benar." Pricilla membenarkan ucapan Derek.


"Maka dari itu tinggalkan mobilnya kalau kau masih ingin hidup."


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang? Kemana kita akan pergi? Tidak mungkin kita pergi ke bandara malam-malam begini 'kan?"


"Kita cari penginapan lain. Tapi sebelum itu, kita harus meninggalkan mobil ini dan pergi dengan kendaraan lain."


"Apa?! Di tepi jalan seperti ini?"


"Ya."


"B… baiklah." Pricilla merengut. Ia kemudian menghentikan mobilnya di tepi jalan dengan raut wajah pasrah. Ia keluar bersamaan dengan Derek, di pundak, mereka membawa tas masing-masing berisi pakaian ganti.


Derek menarik Pricilla berusaha mencari taksi yang bisa mereka tumpangi guna mencari penginapan lain.



...*...


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Salah satu anak buahnya bertanya.


"Cepat cari lokasi mobil yang dia tumpangi. Cek kemana dia pergi setelah itu kita susul dia malam ini juga!"


"Baik."


Aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja. Tuan sudah mempercayakan tugas ini padaku, dan aku tidak akan menyia-nyiakan tugasnya begitu saja. Ron mengepalkan tangannya erat. Ia lantas berbalik dan melangkah pergi bersama dengan anak buahnya yang lain.


...*...


Aku sudah memperingatkanmu, tapi kenapa kau tidak mau mendengarkan ucapanku? Aku sudah menduga kalau hal ini akan terjadi jika kau terus berkeras melanjutkan penelitianmu, tapi apa yang kau lakukan sekarang? Kini kau menjadi buronan mereka, batin Joe.


Lelaki itu diam di tempatnya dengan kepala tertunduk memandangi figura berisi fotonya dengan Derek yang di ambil sebelum mereka berpisah di laboratorium.


Ia tampak tersenyum bahagia dalam foto itu bersama Derek. Dalam kekurangan mereka yang hidup yatim pintu, keduanya saling melengkapi satu sama lain dengan saling menguatkan dan saling melindungi satu sama lain.


Namun semuanya berubah ketika Derek mulai berusaha menentang takdir yang telah di ciptakan tuan dan profesor untuk mereka.


Ia enggan hidup dalam kendali keduanya, dan berusaha menentang segalanya dengan kemampuan yang telah ia dapatkan.


Sejak awal aku hanya berusaha untuk melindungimu, tapi kau malah tidak mau mendengarkan ucapanku. Kau terus saja berlari menuju bahaya, tanpa pernah memikirkan apa yang terjadi padaku jika kau tidak ada. Kalau kau benar-benar berakhir di tangan tuan, kau akan membuatku benar-benar sendirian tanpa seorang pun yang aku miliki. Joe mengusap figura dalam genggamannya penuh kebutuhan.


Tanpa sadar, matanya berkaca-kaca. Berbagai kenangan indahnya bersama adik satu-satunya itu, perlahan bermunculan membuat Joe semakin merasa merindukan sosok Derek.


Joe menggeleng pelan, ia mengusap air matanya. "Aku tidak boleh seperti ini. Ini tidak menyelesaikan masalah."


...***...