
...***...
Elvina terus berlari dengan sekuat tenaganya. Ketika tengah berlari, Elvina mendadak mendengar suara Rei lagi. Suaranya terdengar begitu jelas, bergema di gendang telinga dan pikirannya.
Elvina terkejut saat lagi-lagi, ia mendengar suara Rei dengan begitu jelas.
Rei, apakah ini benar-benar suaramu? pikir Elvina.
Elvina? Kau bisa mendengarku? Suara itu terdengar seperti jawaban. Elvina semakin terkejut, mereka benar-benar terhubung satu sama lain.
Ya, dengan sangat jelas. Tapi bagaimana bisa? Apakah jangan-jangan… kau adalah evolver dengan kemampuan telepati?
Telepati?
Tidak. Jangan pikirkan itu untuk sekarang, kita bahas itu nanti. Sekarang tolong aku! Energiku semakin menipis, kalau energiku habis dan aku pingsan, mereka akan menangkapku.
Aku akan segera kesana. Hanya tinggal sebentar lagi, dan aku akan sampai.
Darimana kau tahu lokasiku?
Aku tidak yakin. Tapi, aku hanya mengikuti instingku. Dan sekarang aku bisa merasakan kalau aku semakin dekat denganmu.
Bagaimana bisa… pikir Elvina. Energinya semakin terkuras habis, Elvina yang tengah berlari sampai tersungkur jatuh di tanah.
"Argh…" ringisnya kesakitan. Tubuhnya bergesekan kasar dengan tanah.
Elvina sudah benar-benar tampak kacau. Sekujur tubuhnya di penuhi luka. Rambutnya berantakan. Lalu, darah mengalir keluar dari beberapa bagian lukanya disertai memar.
"Kau benar-benar mempersulit pekerjaan kami," kata Joe yang tiba di sana bersama dengan anak buahnya yang lain.
"Berhenti bermain-main!" Anak buahnya tampak sudah muak terus main kejar-kejaran.
Elvina membalikkan tubuhnya. Ia berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan.
Gawat… aku harus bagaimana sekarang? Energiku benar-benar sudah habis, aku tidak akan bisa menang melawan mereka semua, batin Elvina. Orang-orang itu semakin dekat ke arahnya.
Perhatian semua orang yang ada di sana mendadak beralih ketika suara motor sport yang terdengar bergerak menuju arah mereka dengan kecepatan tinggi.
Rei… Elvina tersenyum tipis. Ia melihat harapannya untuk bisa lolos.
Rei melajukan kendaraan bermotornya ke arah Elvina, berputar-putar sejenak di dekat Joe dan anak buahnya hingga menciptakan asap yang membuat pandangan mereka terhalangi.
Joe terbatuk-batuk bersama semua anak buahnya. Mereka menggerakkan tangan, berusaha untuk menyapu asap yang menghalangi pandangan mereka.
Rei menghentikan laju motornya di dekat Elvina. "Ayo naik," katanya seraya mengulurkan tangannya ke arah Elvina.
Elvina bangkit dengan gontai. Ia naik ke atas motor dengan bantuan Rei. Setelah duduk di belakang dengan aman, Rei segera melajukan motornya pergi dari sana.
"Dia lari." Joe mengibaskan tangannya menghempas asap yang menyelimuti mereka.
"Kejar, dan tangkap mereka!" teriaknya lagi. Mereka bergegas berlari mengejar Elvina dan Rei yang pergi dengan motornya.
"Mereka mengejar kita," kata Elvina sambil menoleh ke belakang.
"Mereka tidak akan bisa menangkap kita. Kita pasti akan bisa lolos," sahut Rei yang semakin memacu laju motornya.
Elvina mengeratkan pelukannya pada Rei agar tidak jatuh. Sementara Joe dan yang lainnya terus mengejar, Rei membawa Elvina menuju jalan yang sulit untuk mereka jangkau.
Joe menggerakkan kedua tangannya berulang kali, berusaha menghentikan pergerakan Rei dan Elvina dengan menghentikan waktu. Tapi setiap kali ia mencoba, setiap kali itu juga usahanya gagal.
Sial! Apa yang terjadi? Kenapa dia tidak terpengaruh sama sekali?
...***...