Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 603 - Agen yang hilang



...***...


"Amanda…" Lucy memeluk wanita itu erat. Pun sebaliknya. Amanda juga memeluk tubuh Lucy dengan begitu erat. Rasanya bagaikan mimpi ketika mereka akhirnya bertemu setelah satu tahun lamanya mereka berpisah.


"Aku lega bisa melihatmu lagi." Aland tersenyum lega. Akhirnya dia juga bisa bertemu dengan satu rekannya.


"Aku juga sangat senang bisa bertemu dengan senior lagi. Aku sangat merindukan kalian."


"Kami juga."


"Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kan?" Lucy menatap Amanda dari atas sampai bawah.


"Aku baik-baik saja. Senior Lou, dan senior Al tidak perlu cemas." Amanda tersenyum simpul.


"Kau sudah hilang selama setahun, aku ragu apakah kau masih Am yang kami kenal," ujar Aland.


"Benar. Apakah mereka mengubahmu dan kau sudah seperti yang lainnya? Apakah kau sudah menjadi evolver?" Lucy menimpali.


Amanda menggelengkan kepalanya pelan. "Aku masih tetap Amanda yang kalian kenal. Tidak ada yang berubah sama sekali."


"Apa?"


"Mereka gagal menangkapku."


"Bagaimana bisa?" Lucy dan Aland tidak mengerti. Sudah setahun sejak Amanda menghilang. Lucy dan Aland berpikir wanita itu sudah berubah menjadi seperti orang-orang yang ada di sana. Menjadi seorang evolver. Tapi ternyata, dia berhasil meloloskan diri.


Sementara mereka bertiga sibuk, mereka tidak menyadari bahwa semua orang di dalam ruangan tampak terkejut memperhatikan mereka. Termasuk Rei, Elvina dan William.


"Tunggu, kalian saling kenal?" Fero tampak bingung dengan keadaan.


"Ya, mereka adalah rekan anggota ku," balas Amanda.


"Oh…, begitu rupanya."


"Omong-omong, kenapa senior bisa sampai ke sini?"


"Kami mencarimu, sampai-sampai aku dan Lucy memutuskan untuk terbang ke Indonesia dan mencarimu. Tapi kami malah bertemu dengan mereka." Aland menoleh pada William, dan yang lain.


"Kalian kemari bersama Elvina dan William?"


"Kau kenal dengan Elvina dan William?" Lucy dan Aland terkejut mendengarnya.


"Apa? Benarkah?"


"Iya."


"Bagaimana bisa…, begitu kebetulan?" Lucy bergumam.



...*...


"Jadi, kalian adalah rekan yang sudah terpisahkan selama satu tahun?" tanya Elvina. Lucy menganggukkan kepalanya. Elvina masih tidak percaya dengan situasi yang terjadi pada mereka. Di antara segala kejadian yang pernah terjadi, kenapa takdir mempertemukan mereka dengan cara yang seperti ini? Rasanya sungguh ironis.


Sekarang ini mereka berenam duduk bersama di ruangan tempat Rei terbaring. Sementara itu, Luna dan yang lainnya memutuskan untuk keluar dan membiarkan mereka menyelesaikan segalanya.


"Kenapa kau tidak pernah bercerita tentang hal ini?" tanya Elvina lagi.


"Tidak ada alasan untuk kami bercerita," balas Aland.


"Kalau kalian adalah rekan dari Amanda…, bukankah itu artinya kalian juga adalah agen mata-mata?"


"Bagaimana kau tahu?" Lucy dan Aland tersentak mendengar ucapan Elvina barusan. Aland lantas beralih fokus pada Amanda, meminta penjelasan dari wanita itu.


"Maaf…, itu semua terjadi begitu saja. Elvina tidak sengaja memergokiku saat sedang mencari informasi mengenai Dorothy. Karena ketahuan, jadi aku pikir tidak ada pilihan lain selain memberitahu semuanya."


"Tunggu, apa? Kalian agen mata-mata?" William tampak kaget mendengarnya.


"Ya. Amanda adalah agen mata-mata. Memangnya aku belum cerita?"


"Aku tidak ingat. Tapi bukankah itu artinya, Liana dan Aland juga…"


"Iya, mereka juga."


"Woah… luar biasa."


"Tapi, Rei. Kenapa sejak tadi kau hanya diam?" Elvina mengalihkan perhatian padanya.


...***...