Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 389 - MLV corporation



...***...


Aland hanya bisa mengerutkan kening mendengar ucapan Lucy barusan.


Kejutan? Apa maksudnya? Apakah jangan-jangan Felix akan datang kemari juga? Argh, pria itu selalu saja mengganggu waktuku dengan Lucy. Mentang-mentang mereka akan menikah beberapa bulan lagi, dia jadi bersikap lebih posesif dari sebelumnya. Menyebalkan! pikir Aland penuh kesal.


Kekalahannya mendapatkan hati Lucy kembali, masih membuat Aland merasa kesal akan Felix.


Aland beralih fokus pada laptop mereka yang terbuka di sana. Ia segera menghampiri benda itu dan menatap layar yang terbuka disana.


"Tunggu, siapa ini?" Aland mengerutkan kening saat ia melihat wajah seorang pria tampan yang terpampang jelas di layar laptopnya.


"Lucy… kenapa dia mencari informasi mengenai pria ini? Apakah jangan-jangan mereka saling kenal?"



...*...


Supir taksi menghentikan laju mobilnya di gedung kantor yang di maksud Lucy.


Si supir sempat kebingungan karena tak bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris, namun setelah Lucy berulang kali memberikan instruksi padanya dengan menunjukkan secarik kertas berisi alamat yang di bawanya, akhirnya si supir mengerti kemana tujuannya.


Lucy melangkah turun, ia memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada si supir taksi. Tapi, supir itu mengembalikan beberapa lembar lainnya pada Lucy ketika di rasa uangnya kelebihan.


Lucy berdiri di depan gedung MLV corporation. Sebuah gedung super besar nan megah yang dilihatnya. Ia bisa menebak dengan mudah kalau pemiliknya pasti meraup keuntungan yang sangat besar dari perusahaan yang telah dibangunnya hingga sebesar ini.


Here we go, batin Lucy sembari tersenyum. Ia melangkah menuju pintu masuk.


Tiba di lobi kantor, ia segera menghampiri meja resepsionis yang ada di sana.


Seorang wanita yang berjaga di sana beralih fokus saat dirinya tiba dan langsung menyita perhatian dengan kecantikannya yang luar biasa.


"Good morning, Mem. Can I help you?" Wanita itu berucap ramah dengan kalimatnya yang fasih.


"I'm here to meet your vice president. has he arrived? where is the room?" tanya Lucy. Wanita itu terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.


"Maaf, tapi apakah anda sudah membuat janji temu sebelumnya?" tanya wanita itu dalam bahasa Inggris.


"No."


"Maaf sebelumnya karena sudah mengecewakan anda, tapi anda perlu membuat janji temu terlebih dahulu untuk bisa bertemu dengannya," ujarnya dengan hati-hati.


"Apakah dia sudah tiba?" tanya Lucy tak menyerah.


"Kebetulan beliau belum tiba."


"Kalau begitu biarkan aku menunggu di ruangannya, dimana ruangannya berada?"


"Sekali lagi, maaf. Tapi anda tidak boleh masuk sebelum membuat janji temu. Silahkan kembali setelah anda membuat janji temu dengan beliau. Semoga hari anda menyenangkan." Wanita itu mengakhiri pembicaraan mereka dan mengalihkan fokusnya pada pekerjaannya


Lucy menghela napas mendengar ucapan wanita itu. Tangannya bergerak menekan tombol pada handsfree yang sejak tadi terpasang pada telinganya.


"Eth, aku butuh bantuanmu lagi," bisik Lucy pelan.


"Katakanlah, apa yang bisa aku bantu kali ini?"


"Bisakah kau retas sistem di perusahaan MLV corporation? Cari informasi ruangan wakil direkturnya."


"Wait. For what?"


"Kau tidak perlu tahu alasannya. Lakukan saja."


"Okay." Ethan terdengar mengotak-atik keyboard-nya sebelum kemudian memberitahu Lucy dimana ruangan wakil direkturnya berada.


"Thanks," lirihnya pada Ethan. Lucy beranjak.


...***...