Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 157 - Bekerjasama



...***...


"Dia pasti tidak bercerita padamu, 'kan?"


"Tidak."


"Joe mengalami luka bakar yang cukup parah sampai-sampai membuat beberapa bagian sistem tubuhnya tidak bekerja dengan sempurna, maka dari itu dia di rawat di sini dan harus beristirahat selama beberapa Minggu. Tapi dalam beberapa hari terakhir, kondisinya sudah kembali pulih secara perlahan-lahan, dan dia memaksa untuk kembali menjalankan tugasnya."


"Apa? Aih, dasar bodoh! Kenapa dia mengambil keputusan seenaknya? Sudah tahu kondisinya masih belum sembuh sepenuhnya, kenapa dia malah ingin melanjutkan tugasnya secepat itu?" Derek menggerutu kesal.


"Aku juga tidak tahu, itu sudah menjadi keputusannya."


"Baiklah, terima kasih karena sudah memberitahuku mengenai hal ini. Tapi aku harap kau tidak memberitahunya kalau aku ada di sini, bisa 'kan?"


"Kenapa? Kau ingin membuat kejutan untuknya?"


"Begitulah."


"Baiklah aku akan diam. Kalau begitu sampai jumpa." Evolab111 beranjak meninggalkan Derek seorang diri. Bersamaan dengan itu, Melinda yang tidak mereka sadari kehadirannya pun beranjak meninggalkannya.


Derek? Siapa dia sebenarnya? Apakah dia adiknya, Joe? Kalau tidak salah aku pernah dengar kalau dia memiliki adik. Apakah itu dia? Melinda membatin. Ia terus melangkah hingga tiba di ruangan profesor.


Sepeninggalan Evolab111, Derek segera pergi dari sana untuk fokus kembali pada tujuan awalnya. Mengambil sampel serum dari Evolgesysv-03.



...*...


Melinda tiba di dalam ruangan profesor. Di dalam sana, sudah ada Joe yang berdiri di hadapannya.


Melinda berdiri di samping Joe. Wanita itu sedikit membungkuk memberi hormat pada profesor yang berada dihadapan mereka.


"Akhirnya kau tiba juga."


"Apa yang ingin profesor bicarakan?"


"Ini mengenai misi yang sedang kau tangani. Mulai besok, Joe akan kembali bertugas."


"Tapi, bukankah Joe harus menjalani istirahat selama beberapa pekan? Bukankah profesor yang berkata begitu?"


"Aku sudah sembuh," jawab Joe yang melirik Melinda.


"Keadaan Joe sudah membaik, dan dia sudah bisa menjalankan tugasnya," jelas profesor.


"Kalau Joe sudah bisa kembali bertugas, apakah itu artinya profesor tidak membutuhkan aku lagi dalam misi ini?" Melinda menatap pria tua dihadapannya itu.


"Kau akan tetap bertugas, seperti yang sudah aku katakan padamu sebelum kau menjalankan misi ini. Kau akan lebih fokus pada lelaki yang telah menyerang Joe. Kau harus mencari informasi mengenainya, dan aku ingin kau menangkapnya."


"Eh? Itu artinya, aku hanya perlu fokus padanya?"


"Ya. Biarkan Elvina dan William menjadi urusanku." Joe kembali berujar.


Melinda merekahkan senyum mendengar kalimat yang terucap dari mulut profesor.


"Terima kasih karena anda sudah mau mempercayakan misi ini padaku, prof."


"Selama kalian menjalankan misi ini, aku ingin kalian bekerja sama agar bisa menangkap mereka bertiga dan membawanya padaku." Profesor menatap Melinda dan Joe bergantian.


"Baik prof, kami akan bekerja sama agar misi ini cepat selesai," ucap Melinda dan Joe berbarengan.


"Bagus, aku percayakan misi ini pada kalian berdua. Jangan sampai kalian membuatku kecewa, dan yang terpenting jangan kembali sebelum kalian berhasil menangkap mereka."


"Kami mengerti."


"Kalian berdua sekarang boleh kembali."


Melinda dan Joe membungkuk sebelum akhirnya melangkah keluar dari dalam ruangan profesor.


Tiba di luar, Melinda beradu tatap sejenak dengan Joe. "Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Melinda mengulurkan tangan ke arahnya.


"Aku harap begitu."


...***...