
...***...
Brukk!
Wyman terpental hingga jatuh jauh dari posisinya saat Louis menyerangnya dengan kemampuan miliknya.
Wyman mendongak menatap ke arah Rei yang terbaring masih berusaha mempertahankan kesadarannya dari efek asap tidurnya.
Apa itu? Bagaimana mungkin dia masih bisa menyerangku walaupun dia sudah selemah itu? Wyman menatapnya penuh tanya.
Louis berjongkok di dekat Rei.
"Tuan! Tuan, sadarlah!" Louis menepuk-nepuk pelan pipi Rei.
Rei masih berusaha melawan rasa kantuk yang menyelimuti dirinya.
"Lo… louis, apa yang kau lakukan? Kau seharusnya membantu Elvina," lirih Rei.
"Aku tidak mungkin membiarkan tuan begitu saja!"
Louis segera menggerakkan tangannya. Mengerjapkan mata hingga irisnya berubah.
Ia memikirkan air dalam benaknya hingga benda itu muncul dihadapannya.
Louis mengendalikan air itu dengan tangannya. Mencipta perisai guna melindungi Rei dari kabut yang menyelimutinya.
Louis bangkit dari posisinya. Menoleh ke arah Wyman yang bangun tertatih di sana.
Louis keluar dari perisai air yang diciptakannya.
Wyman membulatkan kedua matanya saat ia melihat perisai air yang menyelimuti Rei.
Bagaimana bisa? Dia memiliki lebih dari dua kemampuan? batin Wyman. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Louis mengerjapkan mata hingga irisnya berubah. Dalam satu kali gerakan mata, tubuh Wyman terhempas di tanah dengan posisi terluka.
Brukk!
Wyman jatuh tak berdaya. Energinya terkuras habis melebihi pertarungannya dengan Rei sebelumnya.
A… apa ini? Kenapa kemampuannya begitu dahsyat? Wyman berusaha untuk bangkit. Namun gagal.
Di sisi lain, Elvina dalam posisi yang sama. Ia masih berusaha mempertahankan kesadarannya.
Joe semakin mendekat, sedangkan tubuhnya tak bisa ia gerakkan saking lemasnya.
"Kau akan ikut denganku." Joe menyeringai.
Tidak. Aku harus melawan! Tapi, energiku benar-benar terkuras habis… batin Elvina.
Joe berjongkok di dekat Elvina sambil membuka penutup pada jam suntik yang di genggamnya.
"Sekarang, ayo pergi menemui adikmu!"
Jleb!
Joe menyuntikkan benda itu tepat ke arah lehernya. Elvina tersentak sebelum perlahan terkulai tak berdaya.
Kedua matanya mulai terpejam hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Brukk!
Elvina terbaring di tanah. Joe beranjak bangun, mengangkat tubuh Elvina untuk membawanya pergi.
Di sisi yang bersamaan, Rei berusaha melepaskan kantuknya. Dengan bantuan perisai air dari Louis, ia langsung terbantu.
Elvina! Rei bangkit dari posisinya dan segera berlari keluar dari dalam perisai energinya walau tertatih.
Begitu berhasil keluar, Joe lebih dulu pergi dan menghempaskan tangannya membuat seluruh waktu kembali bergerak seperti sebelumnya.
"Elvina…" Rei menoleh ke sekeliling sambil mencari keberadaan sepupunya yang sudah hilang di bawa Joe.
Lucy dan Aland yang sejak tadi terpengaruh oleh penghenti waktu Joe, lantas dibuat bingung.
Mereka mencari-cari sosok Wyman dan menembakinya berulangkali dengan pistol.
Wyman yang baru saja bangun tertatih langsung terluka akibat serangan Lucy dan Aland.
"Arghh…" ringisnya menahan sakit.
Tenagaku habis. Kalau aku terus melawan mereka dan memaksakan diri, aku bisa-bisa pingsan. Lebih baik aku pergi, batin Wyman yang kemudian menggunakan sisa tenaganya untuk terbang menjauh dari tempat mereka.
Lucy dan Aland menembak sambil mengejarnya. Tapi gerakan Wyman terlalu cepat dan sulit untuk mereka tembak.
"Dia berhasil lari!" Aland memekik geram. Mereka gagal untuk melumpuhkan Wyman.
Lucy terdiam dengan raut wajah bingung. Ada sesuatu yang ganjil baginya.
...***...