Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 158 - Riset



...***...


"Akhirnya, setelah berulang kali percobaan gagal. Aku berhasil mendapatkan sampel Evolgesysv-03 dari laboratorium. Sekarang aku bisa memulai kembali penelitianku dan mencari penawar untuk melawan serum evolusi dari profesor!" Derek tersenyum simpul menatap botol kaca kecil dihadapannya yang berisi serum Evolgesysv-03.


Ia menatap benda itu lekat, setelah berhari-hari terus gagal karena banyak sekali rintangan. Ia pada akhirnya berhasil mendapatkan serum Evolgesysv-03.


"Aku harus menyimpan ini baik-baik dan jangan sampai Nils tahu, kalau dia sampai tahu, dia pasti akan mengadu pada evolver penjaga dan membawaku kembali pada profesor."


Derek memasukkan botol itu ke dalam tasnya. Menyimpannya pada kantong rahasia yang berada di dalam tas.


Setelah memastikan benda itu aman, Derek lantas memacu laju boat miliknya menuju kembali ke Tarakan.



...*...


Derek menutup pintu depan dengan sangat pelan, berharap tak menciptakan suara bising yang mampu membuat Nils terbangun dari tidurnya.


"Kau sudah pulang." Mendadak suara Nils di dengarnya. Derek mengedarkan pandangannya dan mendapati lelaki itu keluar dari arah dapur dengan mug berisi kopi panas di tangannya.


"Iya. Aku kira kau sudah tidur."


"Belum, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apakah kau sudah berhasil menemukan yang kau cari."


"Ya, aku sudah berhasil menemukan yang selama ini aku cari dan aku sudah mendapatkan data mengenai semua riset yang telah aku lakukan."


"Benarkah?"


"Benar, dan sepertinya pekerjaanku di sini sudah selesai. Mungkin mulai hari Senin, aku akan kembali ke Jakarta untuk mengirimkan laporan dan hasil risetku pada rekan-rekanku di sana."


"Sayang sekali, padahal kau baru satu Minggu berada di sini. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, tapi sepertinya tidak bisa karena kesibukan kita masing-masing."


"Iya. Sangat di sayangkan, tapi mungkin lain kali. Aku akan menyempatkan mengunjungimu kemari dan kita menghabiskan waktu bersama."


"Kalau begitu aku mau istirahat, aku juga akan berkemas sebelum pulang kembali ke Jakarta. Kau juga sebaiknya jangan tidur terlalu malam, tubuhmu juga tubuh istirahat."


"Iya, terima kasih sudah mengingatkan."


"Aku masuk duluan." Derek lantas berlalu meninggalkan Nils seorang diri di sana.


Tak selang beberapa menit, Nils pergi menuju ruang kerjanya dengan mug berisi kopi yang sama.


...*...


Untuk pertama kali dalam hidupnya. Seorang Elvina Tarissa melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah klub malam.


Elvina awalnya sempat ragu dan menolak saat Leon mengajaknya masuk. Tapi Leon terus meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja karena Leon ada bersamanya.


Setelah berpikir beberapa saat dan menimbang-nimbang, Elvina akhirnya mau ikut masuk dengannya.


Dan di sinilah dirinya sekarang, duduk bersama Leon di salah satu bagian VIP room di ** Club.


Leon berbohong tentang acara yang dihadirinya. Awalnya Leon bilang kalau itu adalah acara pertemuan biasa, tapi ternyata sebuah reuni dengan teman-teman SMA-nya.


Elvina cukup kesal, ia semakin dongkol ketika dengan seenaknya Leon memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya.


Sementara orang-orang berbincang dan mengobrol bersama, beda halnya dengan Elvina yang kini lebih memilih fokus pada ponselnya, ia hendak mengabari William kalau ia akan pulang terlambat.


Elvina tak sadar kalau sejak tadi, dua diantara teman-teman Leon menatapnya lekat nyaris tanpa berkedip.


Aku ingin pulang.


...***...