
...***...
Evolab107 mengotak-atik layar hologram dihadapannya, menekan beberapa tombol hingga sebuah tabung muncul di dekat meja tempatnya berdiri. Tabung itu berbentuk cukup besar. Namun tidak lebih besar dari rice cooker untuk menanak nasi. Ukurannya sedikit lebih kecil dari itu.
Evolab107 menggeser layar hologramnya untuk sedikit menyingkir. Ia menggerakkan tangannya, menekan tombol yang ada di tabung tersebut hingga menunjukkan beberapa gambar makanan di layar yang ada.
Evolab107 menekan beberapa makanan yang ada di menu. Setelah memasukkan beberapa kode makanan berupa ke sistemnya. Tabung itu berputar pelan dan kembali ke posisinya bersamaan dengan bunyi 'ting!' terdengar.
Pintu geser di tabung tadi terbuka secara otomatis. Dan tabung yang semula kosong itu, sudah berisi makanan yang semula di pilihnya.
Evolab107 mengeluarkan piring kecil dari dalam tabung itu, lalu membawanya menuju Elvina. Tangan lainnya, bergerak menekan tombol yang ada di ranjang yang Elvina tempati. Tombol itu langsung membuat meja terlontar keluar dan berdiri dengan kokoh dihadapan Elvina.
"Makanlah. Kau akan membutuhkan banyak energi," ucap Evolab107 padanya.
...*...
Waktu berlalu. Pukul dua belas lebih lima belas menit. Elvina baru selesai menjalani setiap proses tes fisik untuk memastikan keadaannya.
Evolab107 berjalan di samping Elvina. Mereka saat ini hendak kembali ke ruangannya agar Elvina bisa beristirahat. Melakukan tes fisik cukup menguras tenaga Elvina, apalagi tesnya dilakukan di laboratorium dengan banyak orang yang menontonnya untuk memonitoring setiap bagian tubuhnya.
Elvina hanya diam tanpa banyak berbicara. Matanya mengedar menatap setiap lorong yang dilewatinya.
Elvina menghentikan langkah kakinya begitu ia tiba di depan pintu ruangannya yang sudah terbuka. Di sampingnya Evolab107 berdiri seraya terus mengawasinya.
Elvina menatap ke arah pintu ruangan di sebelah ruangan yang di tempatinya.
Si tua bangka itu bilang kalau William berada di ruang sebelah, itu artinya… dia ada di sana? Hanya itu satu-satunya ruangan yang bersebelahan denganku, batinnya.
Evolab107 mendorong tubuh Elvina pelan hingga membuat fokusnya beralih. Elvina melangkah masuk ke dalam ruangannya sebelum Evolab107 mendorongnya lagi.
Tiba di dalam ruangannya, Evolab107 meminta Elvina untuk duduk dan menunggu di ranjangnya.
Evolab107 mengambil sesuatu yang di transfernya dari ruang penyimpanan menuju ruangan Elvina dengan menggunakan Teleport Tube, benda yang tadi ia gunakan untuk mengambil makanan untuk Elvina.
Evolab107 menunggu sejenak hingga bunyi 'ting!' terdengar dan pintunya terbuka. Di dalamnya ada sebuah gelang berwarna putih yang terbuat dari entah apa.
Evolab107 mengambil gelang tersebut dan mengenakannya pada tangan Elvina. "Kau tidak akan bisa melarikan diri dari sini," gumam Evolab107 sambil meliriknya. Ia kemudian menekan tombol kecil yang ada di gelangnya. Lampu berwarna hijau menyala.
"Jika kau kabur, maka lampu padahal gelang ini akan berubah menjadi merah. Kemudian akan secara otomatis terhubung dengan sinyal keamanan. Sirine akan menyala begitu menangkap sinyal bahaya. Kau mengerti? Jadi, jangan coba-coba untuk melarikan diri!" ujar Evolab107 penuh penekanan.
Elvina hanya diam tanpa menjawab. Matanya memandangi gelang yang melingkar pada pergelangan tangannya.
...***...