Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 604 - Apa yang kau rasakan?



...***...


"Tapi Rei, kenapa kau diam saja? Sejak tadi aku perhatikan kau tampak biasa saja. Apakah kau tidak terkejut dengan semua ini?" Elvina menatap sepupunya itu.


"Aku sudah tau."


"Kau sudah tahu?" Elvina dan William mengerutkan kening.


"Iya, saat di sekolah. Saat itu, Liana tiba-tiba saja muncul dan bertarung dengan Andrich."


"Ah…, begitu rupanya."


"Liana? Aku tidak mengerti kenapa sejak tadi kalian menyebut senior Lou dengan sebutan itu." Amanda mendadak memecah perhatian mereka.


Mendengar hal itu, Lucy lalu menjelaskan semuanya. Ia juga membeberkan kebenarannya pada Rei, Elvina dan William, fakta dimana sebenarnya dia di kenal dengan sebutan Lucy. Dan sekarang, Amanda juga mengetahui nama aslinya. Orang lain, selain Aland yang tahu nama aslinya.


Setelah menjelaskan semua yang terjadi, Lucy dan Aland lalu mendengarkan penjelasan Amanda mengenai apa yang terjadi setahun yang lalu ketika wanita itu di culik dan berakhir di tempat ini.


Amanda menjelaskan semuanya secara rinci dan mendetail, begitu juga dengan Elvina dan William yang membantunya menjelaskan segala kejadian yang terjadi setahun yang lalu.


Sementara mereka sibuk mengobrol, beda halnya dengan Rei yang mendadak diam dan bersikap aneh.


Lelaki itu sibuk dengan lamunannya. Rei masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa tadi dia sempat mengalami sakit pada kepalanya bahkan sempat sampai pingsan.


Apa yang sebenarnya aku lihat? Apakah itu adalah ingatanku yang sempat hilang?


Tapi apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba seperti ini?


Jangan-jangan…, aku ada hubungannya dengan tempat ini?



Rei terdiam penuh tanya. Mau dipikirkan bagaimanapun, Rei tetap tidak akan bisa menemukan jawabannya. Terlebih memang dia tidak ingat apa-apa.


Rei beralih fokus. Ia baru ingat bahwa terakhir kali dirinya sempat melihat Louis berusaha membantunya keluar dari tempat itu, tapi sekarang entah kenapa Rei tidak melihat Louis di manapun.


Aneh, aku bahkan tidak bisa menemukan Louis sejak tadi.


Perhatian semua orang seketika beralih saat mendengar pintu di buka secara perlahan.


Dari arah pintu, mereka melihat Dorothy yang melangkah masuk dengan nampan di tangannya.


"Dorothy!" Amanda beranjak bangun dari tempatnya dan segera membantu wanita itu.


"Maaf aku mengganggu kalian. Aku hanya ingin memberikan ini untuk Rei."


"Biar aku taruh di atas meja." Amanda menghampiri meja yang ada dan menaruhnya ke sana.


"Apa itu?" tanya Elvina.


"Itu obat untuk meredakan kepalanya yang sakit."


"Oh benar, sebenarnya apa yang terjadi dengan Rei? Kau belum menjelaskan apa-apa."


"Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, karena Rei di bawa kemari sudah dalam keadaan seperti itu. Dia berteriak sambil menjambak rambutnya lalu tidak lama kemudian pingsan. Karena alat di sini seadanya, jadi aku tidak bisa memeriksanya lebih lanjut. Tapi karena dia sudah sadar, mungkin dia bisa menceritakan apa yang dia rasakan." Dorothy mendekat ke arah mereka.


Elvina beralih fokus. Lelaki itu masih tetap duduk sambil melamun tanpa memperhatikan sekeliling.


"Rei!" Elvina menyadarkannya dari lamunan.


"Ya?"


"Kau kenapa? Kenapa kau melamun?"


"Bukan apa-apa… memangnya ada apa?"


"Dorothy ingin menanyakan apa yang terjadi saat kau tiba-tiba merasa kesakitan tadi."


"Apa yang kau rasakan saat itu?" tanya Dorothy menambahkan. Perhatian Rei seketika beralih pada wanita paruh baya yang ada disana.


...***...