
...***...
"Kira-kira dimana dia?" Melinda bergumam pelan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling berusaha menemukan Elvina yang dari informasi yang di dapatnya berada di restoran tempatnya berada.
Setelah tidak menemukan Elvina di lantai dasar, ia bergerak naik menuju lantai atas. Tiba di sana, ia mencari lagi keberadaan Elvina.
Kalau dia pergi bersama bosnya, otomatis dia tidak akan makan di sini. Apakah jangan-jangan mereka berada di ruang VIP? Melinda membatin. Ia melanjutkan langkahnya hinggap tiba di ruang VIP, ruangan dimana hanya diisi oleh beberapa orang yang memang sudah memesan tempat itu secara khusus.
Melinda menghentikan langkahnya ketika akhirnya ia berhasil menemukan keberadaan Elvina. Ia baru saja hendak melangkah masuk dan mengintainya, seorang pelayan yang berjaga di sana sudah menghentikan langkahnya.
"Anda sudah memesan meja sebelumnya?" tanya pelayan tersebut padanya. Melinda diam terpaku ditempatnya. "Bolehkah saya tahu nama anda, nona?" Ia kembali mengajukan pertanyaan.
Sial, aku lupa dengan yang itu ini. Sepertinya tidak akan ada gunanya kalau aku masuk sekarang dan memberikan nama samaran yang asal, aku harus pergi dulu dari sini dan memikirkan cara lain agar bisa masuk, pikirnya.
"Nona?" Si pelayan membuyarkan lamunannya.
"Oh, maaf. Aku tersesat, aku sedang mencari temanku yang makan di sini lalu aku tiba-tiba ingin buang air kecil dan hendak mencari toilet. Bisakah kau menunjukkan tempatinya?" elaknya cepat.
"Toiletnya berada di ujung lorong, anda hanya perlu belok ke kiri," sahutnya ramah.
"Baiklah, terima kasih." Melinda melenggang keluar dari ruangan tersebut untuk memikirkan cara lain agar bisa masuk.
Di sana, ia segera menggunakan kemampuannya yang lain. Ia memusatkan seluruh energinya pada bagian keningnya yang dalam sekejap membuat tubuhnya menghilang, berubah transparan.
Melinda melangkah kembali. Ia masuk bersama dengan beberapa orang yang juga baru saja tiba lewat pintu masuk yang ada, dan kali ini Melinda berhasil masuk tanpa diketahui oleh pelayan yang berada di bagian depan.
Melinda menghampiri salah satu meja kosong dan duduk tanpa menarik perhatian semua orang yang ada di sana. Ia bergerak sangat pelan, apalagi mengingat sedikitnya orang yang ada di sana, maka sedikit gerakan saja pasti akan langsung menyita perhatian mereka, ditambah lagi dirinya tak menampakkan wujudnya.
Melinda memperhatikan Elvina yang duduk bersama dengan Leon. Mereka sedang berbicara dengan manajer restoran dan chef yang membuatkan hidangan yang mereka santap.
Fokus Melinda hanya tertuju pada Elvina, sedangkan Leon. Lelaki itu sama sekali tidak kelihatan wujudnya karena seorang chef yang berdiri di sana menghalangi pemandangannya.
Dilihat dari penampilannya, sepertinya dia ini lawan yang mudah. Aku tidak mengerti kenapa Joe terus kalah dengannya, memangnya sehebat apa kemampuannya? Lihat, bahkan dia saja menyukai warna merah muda. Benar-benar feminim, inner-nya.
Tidak lama, Melinda melihat Elvina beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut.
Melinda bergegas keluar untuk mengejarnya. Wanita itu pergi seorang diri tanpa Leon.
Tiba di luar, Melinda melihat Elvina yang berbelok di ujung lorong ke arah kiri.
...***...