
...***...
Elvina meminta William mempercepat laju larinya. Sementara itu, dibelakangnya mereka Joe terus menembakkan listriknya berulang kali ke arah mereka.
Elvina harus menghindarinya, apalagi saat ia sadar kekuatannya mulai melemah bersamaan dengan energinya yang terus berkurang.
"Berhenti di sana! Ini peringatan terakhirku!" teriak Joe yang terus berlari dengan menyerang mereka berulang kali.
"Aku mulai lelah, energiku mulai habis," ucap William resah.
"Bertahanlah sebentar lagi, kita hampir sampai," jawab Elvina. William terus bergerak hingga mereka menemukan jalan dimana dua robot besar yang Elvina lihat siang tadi berada.
"Itu dia, tepat di depan kedua robot itu, kita belok kiri," ujarnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mempercepat langkahku." William terus berlari, kali ini lebih cepat dari sebelumnya sampai keduanya tiba di jalan pertigaan dimana robot itu berada.
Tepat ketika mereka hendak berbelok, Elvina mendadak kehilangan energinya sampai membuat perisai medan gaya miliknya hilang. Tapi, mereka terus bergerak dan berusaha menghindar dari dua robot besar yang berusaha menangkap mereka.
Joe menyerang mereka dari arah belakang, menembak mereka berulang kali. Beberapa serangannya mereset hingga mengenai dua robot tadi.
William dan Elvina berbelok, tubuh mereka seketika jatuh saat secara tidak sengaja menabrak seorang yang berlari dari arah yang berlawanan dengan mereka.
Brukk!
Suara hantaman keras tubuh mereka terdengar begitu jelas. Elvina dan William tersungkur di lantai dengan posisi duduk, pun perempuan yang baru saja mereka tabrak.
Elvina dan William mendongak, mereka beradu pandang dengan seorang perempuan cantik berkulit putih dengan jilbab hitam yang kontras dengan pakaian yang membalut tubuhnya.
Perhatian mereka bertiga spontan beralih ketika suara langkah kaki terdengar berhenti tidak jauh dari tempat mereka jatuh.
Dari sisi kiri, dimana wanita itu datang. Beberapa orang evolver penjaga, berdiri dengan napas tersengal-sengal. Disisi lain dari arah Elvina dan William tiba, Joe berdiri dengan kedua tangannya yang sudah siap untuk menyerang mereka.
Lalu dari arah kanan mereka, beberapa robot android mulai berdatangan untuk menangkap mereka.
Mereka bertiga terkepung. Spontan ketiganya beranjak bangun dan berdiri dengan posisi yang cukup rapat satu sama lain.
"Sial," gerutu Elvina.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" William berusaha untuk tenang, namun gagal. Di samping mereka, wanita berjilbab hitam itu hanya diam tanpa berkata apa-apa. Matanya menatap sinis ke arah para evolver penjaga yang tadi berubah menangkapnya.
"Stop there! Don't run anymore, because we have surrounded you," teriak salah satu evolver pada wanita berjilbab hitam tadi dalam bahasa Inggris.
(Berhenti di sana! Jangan lari lagi, karena kami sudah mengepungmu)
"You all won't be able to catch me!" balasnya. Wanita itu memasang kuda-kuda dengan kedua tangan yang sudah terkepal erat.
(Kalian semua tidak akan bisa menangkapku!)
Joe secara mendadak, tanpa aba-aba lebih dulu menyerang mereka. Elvina cepat-cepat menggunakan sisa tenaganya untuk menciptakan perisai guna melindungi tubuh mereka.
Di sisi kanan, para robot android mulai bergerak menyerang mereka bersamaan. William mau tidak mau harus berusaha mengatasinya walau dengan kemampuan bela diri yang sangat minim.
...***...