Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 190 - Dua evolver penjaga



...***...


"Kalian tenang saja, biar aku yang traktir!" kata Calvin pada kedua sahabatnya itu.


"Kau memang yang terbaik!" Jack tersenyum simpul.


"Tapi sebelum itu, ayo mandi dan bersihkan tubuh kita." William bangun dengan membawa tas miliknya.


Calvin dan Jack ikut membawa tasnya, ketiganya lantas beranjak hendak pergi ke locker room untuk menaruh beberapa barang, setelah itu mandi bersama di bathroom yang tersedia.


William, Calvin dan Jack menghentikan langkah mereka saat ketiganya melihat seorang gadis SMA yang berdiri dihalangi jalan mereka.


Gadis itu memiliki wajah yang cantik, kulit putih, dan senyuman yang manis. Rambut panjangnya yang indah diikat satu ke belakang.


"Kau pasti William, kan? Bisa kita bicara sebentar?" tanya gadis itu seraya tersenyum.


Calvin dan Jack nampak terkejut, keduanya tersenyum spontan saat mendengar sahabat mereka dicari oleh seorang gadis SMA yang cantik.


Beda halnya dengan kedua sahabatnya, William justru diam tanpa bisa berkata-kata. Ia menatap penuh heran pada gadis yang berdiri dihadapannya.



...*...


Brukk!


Rei terduduk di atas tanah. Tubuhnya terasa sakit, tapi ia masih bisa menahan semua itu. Elvina dihadapannya sudah terkapar dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Rei memejamkan kedua matanya menahan sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Ia menghela napas panjang sebelum kemudian berkata, "kalian berdua boleh keluar. Kita selesaikan semua ini sekarang juga," ucap Rei dengan suara keras hingga membuat kedua anak buah Joe yang sejak tadi bersembunyi itu mulai melangkah keluar dari persembunyian mereka.


"Sekarang kalian berhadapan denganku," gumam Rei. Rei mengepalkan tangannya, percikan listrik keluar perlahan-lahan dari tangannya yang terkepal. Mirip seperti kemampuan milik Joe, namun dengan light yang berbeda. Milik Rei, warnanya biru terang.


"Ayo serang dia!" Salah satu evolver itu berucap. Keduanya berlari menuju arah Rei dengan kedua tangan mereka yang terkepal. Rei tidak hanya tinggal diam, ia juga berlari menuju arah mereka.


Salah satu evolver berhenti, ia menghentakkan kakinya di tanah dengan sangat keras.


Tanah di sekitar Rei bergetar dan secara tiba-tiba membalut kakinya, sampai membuat Rei tidak dapat bergerak.


Rei berusaha memberontak, tapi gagal. Evolver lain berlari menuju arahnya, Rei menggerakkan tangannya dan menyerang mereka dengan percikan listrik yang bermunculan dari kedua tangannya.


Evolver itu menghindari serangan Rei dengan mengubah dirinya menjadi sekumpulan kelelawar yang kemudian bergerak menuju arah Rei.


Sekumpulan kelelawar itu berterbangan menuju Rei dan menabrak tubuhnya. Rei menggunakan kedua tangannya guna menghindari mereka semua.


Mereka berhenti di belakang Rei dan mengubah wujudnya kembali ke bentuk semula, menjadi seorang pria.


Pria itu mencekik Rei dari arah belakang dengan sebelah tangannya yang mencengkram erat kedua pergelangan tangan Rei di belakang punggungnya.


Rei memberontak, ia berusaha membebaskan dirinya, tapi gagal. Kakinya benar-benar terkurung diantara tanah yang kini membalut hingga betisnya.


Evolver pengendali tanah berjalan menuju arahnya, ia hendak membantu evolver kelelawar tadi untuk membawa Rei.


Rei terus memberontak, sementara di depan sana dilihatnya evolver itu mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jas yang dikenakannya. Rei melihatnya mengeluarkan sebuah suntikan dengan cairan berwarna terang di dalamnya.


...***...