
...***...
Elvina… dia dalam bahaya! Rei mulai panik saat sadar siapa yang dilihatnya dalam penerawangannya. Ia segera memutar arah motornya, melaju menuju tempat dimana Elvina berada.
Elvina! Kau baik-baik saja? Rei berusaha terhubung dengannya lewat kemampuan telepatinya.
...*...
Elvina bangun dengan tertatih. Rasa sakit ditubuhnya semakin bertambah ketika Joe menyerangnya secara brutal dan berulang kali hingga Elvina kewalahan dibuatnya.
Wajahnya memar, beberapa diantaranya tergores akibat bergesekan dengan tanah bersemen yang cukup kasar.
Darah mengucur pada bagian keningnya. Elvina berusaha menahan rasa sakitnya dan berusaha untuk menyerang balik Joe. Karena kalau dirinya kalah, bisa saja ia berakhir di tangan Joe yang akan membawanya kembali ke laboratorium.
Elvina tidak ingin kembali ke tempat itu, ia juga tidak ingin bertemu dengan si kakek tua menyebalkan yang telah mengubah hidupnya itu.
"Kau tahu? Luka di tubuhmu tak seberapa dengan luka yang di sebabkan oleh lelaki yang bersamamu itu!" Joe berjalan membelah asap yang tercipta akibat serangannya yang sempat terpantul ke arah tanah tadi.
Apa maksudnya? Lelaki? Siapa yang dia maksud? Elvina mengerutkan kening, ia masih tatap Joe dengan tatapan tajam.
"Gara-gara dia, aku sampai harus beristirahat selama beberapa Minggu guna memulihkan seluruh kondisi tubuhku. Selain itu, gara-gara dia juga, teman-temanku terluka parah."
Lelaki yang di maksud Joe… apakah itu Rei? Karena hanya dia yang terakhir kali bertemu dengan Joe dan teman-temannya, dia juga yang berhadapan dengan Joe sebelum akhirnya Joe menghilang dan Melinda muncul. Tapi… kalau itu benar-benar Rei, bagaimana bisa Rei memiliki kemampuan yang begitu kuat hingga membuat Joe dan teman-temannya terluka parah? Apa yang sebenarnya terjadi? Elvina berusaha mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.
Beruntung Elvina waspada kali ini, ia melompat dan berputar di tanah. Elvina berhasil menghindar dari serangan Joe.
Terlalu banyak orang, tidak mungkin aku berhadapan dengan Joe di sini. Bisa-bisa aku melukai orang-orang tak bersalah. Aku harus mencari tempat yang lebih aman agar kami bisa bertarung. Elvina menatap sekelilingnya. Ada banyak sekali orang yang di sana, dan sebagian besar dari mereka adalah teman-teman satu kantornya. Elvina tidak bisa mengambil resiko dan melukai mereka yang tidak bersalah.
"Kali ini, aku pastikan kau tidak akan bisa lari dariku!"
Bzzzttt!
Joe menyerangnya lagi. Elvina kembali menggulingkan tubuhnya ke arah lain. Bergegas ia bangun dan berlari dari sana, berusaha mencari tempat yang aman agar ia bisa menghadapi setiap serangan Joe dengan lebih leluasa.
"Kau tidak akan bisa lari dariku!"
Joe melangkah mengikuti Elvina, ia berlari sekuat tenaganya. Joe tidak ingin sampai membuat Elvina lagi-lagi lepas dari kejarannya.
Pokoknya rencana ini harus berhasil! batin Joe yang terus berlari. Beberapa kali Joe menyerang Elvina, menembaknya dengan kekuatan miliknya.
Elvina bergerak dari arah yang satu ke arah yang lain, ia terus menghindar dari serangan Joe. Setiap serangan Joe membuat beberapa fasilitas umum di jalan sana hancur berantakan.
Bzzzttt!
Satu serangan Joe mengenai salah satu tiang listrik di tepi jalan.
...***...