Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 579 - Diinjak



...***...


Cepat!


Baik, tuan.


Louis menghampiri Lucy dan Aland di sana. Sementara itu, Aland sama sekali tidak sadar kalau Rei sudah sadar dan sedang berusaha menahan rasa sakit di sana.


"Sial, dia sudah sadar!" Arleta menatap Rei dengan wajah terkejut. Wanita itu tidak menyangka Rei akan sadar lebih cepat dari dugaannya.


Louis yang mendengar hal itu lantas menoleh ke arahnya. Ia memperhatikan wanita itu, tapi begitu sadar, Louis membelalakkan mata.


Dia…. Louis terdiam untuk sesaat. Ia tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu lagi dengan wanita itu.


"Arghh.…" Lucy berusaha menahan rasa sakitnya. Hal itu spontan menyita perhatian Louis.


Louis memperhatikan Lucy dan memeriksa keadaannya.


Ada racun berbahaya dalam tubuhnya yang bisa membuat tubuhnya lumpuh. Kalau seperti ini, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja.


Kalau aku tidak cepat-cepat, dia bisa tidak tertolong.


Louis berjongkok. Menghampiri Lucy. Ia menggerakkan tangannya di udara, memusatkan seluruh fokus dan kekuatannya pada satu titik.


Cahaya perlahan muncul dari kedua telapak tangannya. Lelaki itu menggerakkan tangannya di udara. Ia berusaha menetralisir racun dalam tubuh Lucy dengan kekuatan penyembuhan yang dia miliki.


Setelah beberapa saat, Aland bisa melihat reaksinya. Wajah Lucy mulai memperbaiki, begitu juga dengan kondisinya.


"Lou…" Aland menatapnya dengan wajah lega. Ia mengecek wanita itu dan memastikan keadaannya.


Louis kembali mengalihkan fokusnya pada Arleta. Wanita itu tampak mendekat menghampiri Rei dengan sebuah jarum suntik di tangannya.


Aku harus melumpuhkannya lagi, dengan begitu aku bisa tenang. Arleta terus mendekat ke arah Rei yang sedang menahan rasa sakit hebat pada kepalanya.


Louis yang bisa dengan sangat jelas mendengar isi pikiran wanita itu bergegas menyerangnya. Mengalihkan fokus Arleta agar gagal menyentuh Rei.


Brukk!



"A-apa itu? Kenapa aku merasa seperti ada seseorang yang baru saja menyerangku?" Arleta kebingungan.


Di sisi lain, Louis segera menghampiri wanita itu sebelum dia sempat bangun.


Grep!


Louis menginjak pergelangan tangan Arleta begitu wanita itu hampir saja bangun. Arleta spontan menjerit kesakitan. Ia berusaha mengangkat tangannya yang memegang jarum suntik tadi. Tapi dia benar-benar kesulitan.


Apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa tanganku rasanya seperti di timpa oleh sesuatu yang sangat berat? Wanita itu terus berusaha mengangkat tangannya.


"Arghh…" Arleta kesakitan.


Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh tuanku! Louis menatap Arleta tajam. Ia menginjak tangan wanita itu lebih kuat sampai-sampai Arleta tidak bisa merasakan tangannya sendiri.


Jarum suntik dalam genggamannya bahkan sampai terlepas dari tangannya.


Ini benar-benar aneh… Arleta mulai merasa ada yang tidak beres. Wanita itu mulai berkaca-kaca dan menangis tanpa sadar. Ia bahkan menjerit-jerit saking sakitnya.


"Kyaaa!!!"


Lucy dan Aland tersadar dari situasi mereka. Keduanya refleks menoleh ke arah Arleta yang menjerit tanpa sebab. Yang mereka lihat, wanita itu hanya terbaring dan menjerit sambil memegangi tangannya yang seolah tidak bisa digerakkan.


"Apa yang terjadi dengannya?" Aland menatap Arleta keheranan.


"Jangan hiraukan dia. Mungkin itu yang disebut karma." Lucy berusaha untuk bangkit.


"Kau sungguh baik-baik saja?" Aland beralih pada Lucy. Menatapnya dengan cemas.


"Aku tidak apa-apa. Aku sudah merasa lebih baik."


...***...