
...***...
Rei membuka kedua matanya spontan saat ia melihat sesuatu dari penerawangannya.
"Bagaimana? Kau melihat Will?" tanya Elvina dengan wajah berbinar saat menyadari Rei membuka kedua matanya spontan setelah beberapa saat mencoba penerawangannya.
"Liana dan Aland berada dalam bahaya."
"Apa? Jadi, kau tidak melihat William?" tanya Elvina dengan wajah kecewa.
"Liana dan Aland sedang berada dalam bahaya! Mereka bertemu dengan evolver, dan kita harus membantunya!" kata Rei dengan wajah panik.
"Apa? Lalu dimana mereka sekarang?"
"Aku bisa merasakan keberadaan mereka di sekitar sini," gumam Rei sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Itu mereka!" Elvina menunjuk ke arah dimana Lucy dan Aland terbaring dengan salah satu evolver yang berusaha menyerang mereka.
"Ayo!"
Rei dan Elvina menghampiri Lucy dan Aland, hendak membantu mereka berdua menghadapi Wyman, agen LGE yang datang guna memenuhi panggilan tuannya menangkap Lucy yang ternyata berhasil melarikan diri hingga ke Indonesia.
...*...
"Terima kasih untuk bantuanmu Azura." Melinda memberikan sebuah kecupan di pipi kirinya, lalu berlari meninggalkan lelaki itu sendiri diri.
Azura baru saja membantu Melinda mencari Andrich yang ternyata diketahui melarikan diri dari laboratorium tanpa sepengetahuan tuan dan profesor.
Melinda bergegas mencarinya sebelum Andrich melakukan sebuah kesalahan yang sama seperti dulu. Ia harus memastikan lelaki itu kembali sebelum tuannya dan profesor sadar Andrich melarikan diri dari laboratorium.
Andrich, aku harap kau tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.
...*...
Tengah malam, Joe mendatangi ruangan tempat dimana William di sekap. Lalu memintanya untuk pindah ke kamar kosong yang ada di lantai dua rumahnya.
Joe memberikannya kamar dan yang lebih anehnya membiarkan William tidur di ranjang yang ada.
Lalu pagi ini, lelaki itu memberikannya makanan yang begitu banyak untuk sarapan.
Sepertinya sekrup di otaknya sudah lepas, pikir William sambil terus melirik lelaki yang duduk di sampingnya sambil menikmati secangkir kopi.
Joe beralih fokus dari kopinya. Begitu Joe melirik padanya, William segera mengalihkan perhatian supaya tatapan mata mereka tak bertemu.
William kembali fokus pada camilan yang di berikan oleh Joe.
"Aku akan pergi sebentar. Jaga rumah dengan baik, dan jangan coba-coba untuk kabur." Joe beranjak dari tempat duduknya.
"Kau bicara seperti itu malah membuatku merinding. Apa yang sebenarnya kau rencanakan, dan kenapa kau jadi bersikap baik seperti ini padaku?"
"Kau tidak perlu tahu." Joe menghiraukan ucapannya dan berlalu meninggalkan William seorang diri di dalam ruang makan.
William terdiam memperhatikan Joe yang terus melangkah hingga sosoknya menghilang di pintu menuju arah ruang tengah.
Apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan melakukan sesuatu padaku setelah bersikap baik seperti ini?
Bagaimana kalau dia membunuhku?
Ah, sepertinya tidak mungkin. Lagipula tugas Joe bukan membunuh, tapi membawaku kembali pada profesor.
Tapi apa alasannya mengurungku di rumah ini? Kenapa dia tidak langsung membawaku ke profesor saja sejak awal? Apakah dia memiliki rencana lain?
William beranjak bangun dari duduknya. Ia harus memastikan kemana Joe sebenarnya pergi dan untuk apa Joe bersikap baik padanya.
William merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap Joe yang drastis.
...***...