Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 458 - Kenapa kau menyamar?



...***...


Apakah itu adalah Melinda? Jadi benar, Melinda juga ada campur tangannya dengan hal ini?


"Oh ya, omong-omong apakah kau kenal dengan pria itu? Sepertinya kau tidak terkejut saat aku ceritakan dia adalah orang yang bertemu dengan kita waktu itu."


"Itu karena… dia juga sekolah di sekolahku. Namanya Andrich. Baru beberapa bulan yang lalu dia pindah ke sekolahku."


"Andrich?" Lucy mengulang namanya. Ia berusaha mengingat-ingat lelaki itu.


"Tapi bolehkah aku tahu? Kenapa kau menyamar dan datang ke sekolahku? Kali ini giliran Rei yang berusaha mengorek informasi dari Lucy.


Wanita berdarah Inggris-Prancis itu mendadak diam.


"Itu…" Lucy diam sejenak berusaha mencari ide untuk menjawab pertanyaannya.


Rei menyipitkan kedua matanya. Menatap penuh curiga pada Lucy yang kini diam mencari alasan.


"Aku datang karena ada seseorang yang harus aku temui, dan kami juga memiliki sebuah proyek bersama dengan salah satu kenalan guru di sana." Lucy beralasan.


"Benarkah?" Rei tak percaya. Ia bisa melihat dengan jelas kalau Lucy sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ya."


"Jadi kau tidak datang untuk berusaha mencari informasi mengenai buronan yang sedang kau kejar? Bukankah waktu di restoran kau berkata bahwa kau sedang membantu ayahnya Aland yang seorang polisi untuk mencari buronan yang melarikan diri?"


Lucy diam tak bersuara. Ia lupa akan hal itu, dan ia tidak menyangka kalau Rei masih ingat dengan alasan dari pertanyaannya beberapa waktu lalu.


"Sebenarnya… itu juga," gumam Lucy.


Rei manggut-manggut.


Sudah kuduga, ada yang dia sembunyikan sampai saat ini. Tapi apa? Dan kenapa? Rei masih tidak mengerti.


Lucy menghela napas lega.


Sepertinya dia percaya dengan alasanku, pikirnya.



...*...


Lucy menghentikan mobilnya di depan rumah Elvina setelah Rei menunjukkan jalannya.


Fokus keduanya seketika beralih pada mobil yang baru saja tiba bersama motornya.


Rei keluar dari mobil.


"Elvina!"


"Rei?"


Elvina bangkit dan bergegas menghampiri Rei yang baru saja tiba bersama Aland dan Lucy.


Rei menghampirinya. Begitu tiba di sana, Elvina langsung memeluknya erat dan menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.


Leon tersentak dibuatnya saat melihat apa yang baru saja dilakukan kekasihnya.


Rei mengusap pelan pundaknya, berusaha menenangkan Elvina.


"Will… dia tertangkap," lirihnya. Suaranya amat pelan bagai bisikan sampai-sampai membuat Lucy, Aland, dan Leon tak bisa mendengar suaranya.


"Kita pasti akan bisa menemukannya. Sekarang kau tenang dulu, agar kita bisa menemukan cara dan menyusun rencana supaya kita bisa menemukannya."


"Aku takut Joe langsung membawanya pergi ke laboratorium."


"Aku yakin tidak. Will masih di Jakarta, dan dia masih bisa kita temukan."


Leon yang cemburu melihat keduanya berpelukan segera menghampiri mereka dan melerai keduanya.


"Sudah-sudah," katanya memisahkan keduanya.


Rei dan Elvina menatap Leon serentak.


"L… lebih baik kita masuk dan mencari cara untuk menemukan Will di dalam," ujarnya mengalihkan pembicaraan. Baru saja ia hendak merangkul Elvina dan membawanya masuk, tapi Elvina lebih dulu menolak.


"Aku benar-benar minta maaf, Leon… Tapi aku lelah. Bolehkah aku meminta waktu sendiri? Berikan aku waktu untuk menjernihkan pikiran."


"Tapi aku ingin…"


"Aku mohon," potong Elvina.


Leon menghela napas pelan lalu berkata, "baiklah kalau kau berkata seperti itu."


...***...