Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 396 - What did you say?



...***...


"Liana, bisakah kau menemani Leon makan siang? Aku tidak bisa menemaninya, karena aku sudah memiliki janji untuk makan siang bersama sahabatku," ujar Elvina dalam bahasa Inggris seraya tersenyum kaku.


Lucy dan Leon mengubah ekspresinya. Lucy bisa merasakan aura cemburu dari Elvina, sementara Leon merasa ada yang tidak beres dengan nada bicara Elvina.


"Ada apa denganmu? Apakah kau marah padaku? Tidak biasanya kau bicara seperti ini," ucap Leon bingung.


"Marah? Untuk apa aku marah padamu? Aku hanya bilang kalau aku memiliki janji dengan Linda dan tidak bisa makan siang bersamamu."


"Tidak. Aku merasa ada yang kau sembunyikan. Kau kenapa?"


"Aku tidak apa," tutur Elvina.


"Elvina!" Linda berteriak sembari melambaikan tangannya. Elvina beralih pandang ke arah wanita yang jadi sahabatnya itu.


"Aku harus pergi." Elvina beranjak menghampiri Linda.



Leon terdiam, masih dengan wajah bingung menatap Elvina yang kini berlalu bersama Linda. Keduanya lantas menghilang di balik dinding menuju ruang kafetaria kantor mereka.


"Sepertinya ada kesalahpahaman," gumam Lucy.


Leon melirik padanya.


"Maksudmu? Kesalahpahaman seperti apa?"


"Dia adalah pacarmu 'kan?"


"Darimana kau tahu?"


"Dari cara melihatmu dan sikapmu padanya. Semuanya terlihat sangat jelas, dan aku juga melihat kalau dia cemburu karena melihatku bersamamu."


"Tidak mungkin dia cemburu, kita ini hanya sepupu. Kenapa dia harus cemburu?"


"Memangnya kau sudah menjelaskan tentangku?"


"Ya, aku rasa. Jadi tidak mungkin dia cemburu."


"Walaupun kau sudah menceritakan tentangku, tapi ini pertama kalinya aku dan dia bertemu. Jadi kesalahpahaman bisa saja terjadi."


Leon terdiam, ia jadi ingat akan kejadian dulu saat dirinya masih mencintai Elvina secara diam-diam. Leon juga sempat salah paham akan hubungan antara Elvina dan Rei.


"Memangnya apa lagi? Ayo selesaikan ini sekarang juga. Aku tidak ingin ada masalah karena kedatanganku." Lucy berjalan menuju arah dimana Elvina dan Linda menghilang. Leon berjalan mengekor dari belakang.


...*...


"Kau kenapa?" tanya Linda saat melihat sahabatnya berwajah lebih masam dari sebelumnya.


Elvina tak menjawab dan hanya diam sembari menatap kosong ke arah meja yang mereka tempati.


Makanan di hadapannya bahkan tak di sentuh sama sekali. Elvina hanya memainkan sedotan pada minumannya.


"El!" Linda mengguncang pundak Elvina hingga wanita itu tersadar dari lamunannya.


"Eh? Ya, kenapa?" ucapnya dengan wajah bingung.


Linda menghela napas. Betul seperti dugaannya kalau sahabatnya itu melamun.


"Kau ini kenapa? Kenapa sejak tadi kau terus melamun? Apa yang kau pikirkan?"


"Huh? T… tidak ada," elaknya.


"Lalu kenapa kau melamun?"


"Itu…" Elvina menggantungkan ucapannya, bingung harus menjawab apa.


Tukk!


Lucy dan Leon tiba di meja mereka dan duduk tepat di kursi kosong yang ada. Atensi keduanya spontan beralih pada keduanya.


"Kami tidak jadi makan diluar karena Leon bilang makanan di kafetaria ini lebih enak. Kau tidak keberatan kalau kami bergabung 'kan?" Lucy berucap dalam bahasa Inggris seraya menatap Elvina yang terkejut.


"Y… ya, tidak apa-apa," tuturnya terbata.


Linda terperangah menatap Lucy yang duduk tepat di sampingnya.


"Astaga kau cantik sekali," gumam Linda tanpa sadar. Ia menatap Lucy berbinar nyaris tanpa berkedip.


"What did you say?" Lucy tak mengerti dengan ucapan Linda yang berbicara dengan bahasa Indonesia.


(Kau bicara apa)


...***...