
...***...
"Sekarang kita akan benar-benar pergi ke Finlandia?" tanya Pricilla begitu mereka berdua meninggalkan hotel dan menumpang taksi agar bisa tiba di penginapan.
"Ya. Sudah terlalu lama kita berada di London, akan sangat berbahaya kalau kita terus mengulur waktu. Syukurlah kita bertemu dengan Nicole dan berhasil menemukan Jessy. Kalau tidak ada dia, kita tidak akan bisa melanjutkan perjalanan kita ke Finlandia." Derek menatap kertas yang berada dalam genggamannya.
"Aku juga lega karena akhirnya kita bisa pergi ke Finlandia."
...*...
Brakk!
Ia mendarat dengan kedua kakinya. Melompat dari bagian atas jalan, ke bagian lain di bawahnya.
Pria itu bangun dari posisinya. Tatapan matanya tertuju pada satu mobil taksi yang kini berdiam diri di sebuah penginapan sederhana. Sang supir sedang sibuk membantu sepasang orang dewasa yang membawa koper mereka.
Pria itu berdiri. Softlens yang terpasang pada kedua matanya mulai melakukan scanning pada wajah dua orang dewasa yang dilihatnya, melakukan pencocokan wajah dengan menggunakan sistem canggih yang terpasang pada lensa kontak miliknya.
Pria itu mengenakan pakaian seperti polisi, dengan seragam biru dengan celana hitam panjang dan sepatu pantofel mengkilap yang terpasang di kaki panjangnya.
Seragam birunya berbalutkan mantel putih dengan logo EA di bagian lengan kirinya.
Pria itu tersenyum simpul saat sederet tulisan berisi hasil scanning-nya keluar.
Tangannya mulai bergerak menekan tombol pada handsfree yang terpasang pada telinga kirinya. Dalam sekali tekan, sebuah mikrofon kecil keluar dan mengarah langsung pada bibirnya.
"I found them!" ujarnya pada seseorang di seberang sana. Tatapan matanya masih tertuju pada mobil taksi yang di lihatnya, tak lama mobil itu bergerak pergi.
(Aku menemukan mereka)
"Ikuti mereka dan jangan sampai lolos! Tunggu perintah selanjutnya!" kata seseorang di seberang sana.
Pria itu bergerak segera mengikuti kemana arah mobil itu membawa kedua targetnya.
...*...
Kantor pusat EA, London, Inggris
Seorang pria bergegas beranjak dari tempat duduknya begitu ia mendapatkan informasi terkini dari salah satu agennya yang ia tugaskan untuk mengawasi target utama mereka.
Pria itu berjalan keluar dari ruangannya, menyusuri koridor agar bisa tiba di tempat tuannya berada.
Tiba di tempat tuannya berada, pria itu segera memberi hormat dan menjelaskan maksud kedatangannya ke sana.
"Kami telah menemukan keberadaan target, dan agen kami sedang mengikutinya," jelasnya.
"Benarkah? Dimana dia sekarang?"
"Dia bilang sekarang mereka sedang berada dalam perjalanan menuju bandara."
"Bandara?"
"Benar, tuan. Bandara Heathrow London, sepertinya mereka akan meninggalkan London hari ini juga."
"Apa?! Tidak bisa di biarkan. Segera minta agen kalian mengaktifkan sinyal live location, aku akan segera menyusul ke sana. Perintahkan dia untuk terus bergerak dan jangan sampai mereka lepas dari pengawasan. Ingat! Kalau sampai lepas, maka aku akan memberikan hukuman yang lebih berat daripada hukuman kuberikan pada LGE!"
"Baik, tuan. Akan aku pastikan kita tidak kehilangan jejak mereka lagi."
Pria itu segera menghubungi agennya sementara tuannya sibuk bersiap untuk menyusul keberangkatan mereka ke bandara.
"Segera aktifkan live location," titahnya.
"Live location di aktifkan," sahutnya di seberang sana.
"Ayo berangkat!" Tuannya menginstruksikan pada anak buahnya yang lain. Segera, secepatnya mereka berlalu meninggalkan tempat tersebut dan keluar dari gedung kantor pusat EA.
...***...