Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 536 - Kami ikut!



...***...


Jakarta.


Sudah beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu. Selama itu, mereka tinggal dan bersembunyi di apartemen yang di tempat Lucy dan Aland.


Makin hari, kondisi Elvina dan William makin membaik setelah terkena sengatan listrik dari gelang keamanan yang diberikan Joe.


Selama di tempat Lucy dan Aland, Elvina serta William tak melakukan apa-apa selain beristirahat guna memulihkan energi mereka.


Mereka bahkan sudah menghilang selama berhari-hari tanpa mengabari kantor atau sekolah. Bisa di pastikan, orang-orang sedang cemas mencari mereka yang tak ada kabar sama sekali.


"Rei, sudah terlalu lama kita di sini. Sudah saatnya kita kembali," ujar Elvina yang kemudian menaruh cangkir berisi minumannya ke atas meja.


Rei yang duduk berhadapan dengannya lantas beralih fokus.


"Kau benar," gumam Rei pelan.


"Kalau begitu, kalian pulanglah lebih dulu. Aku tidak bisa pulang sekarang," lirih Rei.


"Kau tidak bisa pulang sekarang? Kenapa?" William bertanya mewakili pertanyaan yang sama dari kakaknya.


Rei menundukkan kepalanya sambil memandangi cangkir yang masih digenggamnya.


"Sebenarnya, Lusia hilang di saat yang bersamaan ketika kau hilang. Andrich dan Melinda menculiknya. Aku harus menyelamatkan Lusia dan membawanya kembali…"


"…Aku tidak bisa pulang sebelum berhasil menemukannya. Maka dari itu, kalian pulanglah lebih dulu. Untuk sementara waktu, aku akan tetap bersama Liana dan Aland. Karena untuk saat ini…"


"…Hanya mereka berdua yang bisa membantuku." Rei menoleh ke arah Lucy dan Aland yang sejak tadi duduk sambil mengotak-atik layar laptop mereka.


"Tidak!" Elvina berucap dengan nada tegas. Hal itu berhasil menyita perhatian Rei.


"Kalau kau tetap di sini, maka kami juga kan tetap di sini," ujarnya.


"Benar. Kami akan membantumu menemukan Lusia. Lagipula, aku tidak mungkin membiarkan kau berpetualang sendiri tanpa aku." William menambahkan.


"Ya. Jadi kami akan membantumu hingga kau menemukan Lusia."


Rei tersenyum simpul menatap kedua sepupunya.


"Terima kasih. Aku benar-benar beruntung bisa memiliki sepupu seperti kalian yang selalu ada untuk membantuku." Rei terharu jadinya.


"Kami akan selalu ada untukmu, Rei."



...*...


Hari berganti. Setelah memutuskan untuk tidak pulang, Elvina dan William sepakat untuk mengikuti Rei dan membantunya hingga menemukan Lusia yang hilang.


"Jadi apa rencana kita?" tanya Elvina pada Rei.


"Kita akan mencari Lusia dengan melacak Andrich. Terakhir kali, Liana dan Aland melacaknya dengan alat yang sama yang Joe miliki."


"Tapi, kenapa kau bilang hanya Liana dan Aland yang bisa membantumu? Padahal kami juga bisa membantumu," kata William yang tampak agak kecewa mendengar ucapan Rei kemarin.


"Maksudku dalam urusan melacak. Aku meminta bantuan mereka untuk melacak Andrich. Lagipula, mereka juga sudah pernah menangkap sinyal dari alat komunikasi milik Andrich jadi bisa di pastikan mereka bisa menemukannya. Selain itu, mereka juga harus menyelesaikan tugas mereka. Menemukan pria yang kita temui waktu itu dan membawanya."


"Tapi bagaimana kalau ini gagal? Sudah berhari-hari semenjak kita kembali, dan apakah mereka belum berhasil juga menangkap sinyal dari alat itu?"


"Mereka belum berhasil. Itu karena, mereka juga membutuhkan bantuan dari rekan mereka di London untuk melacaknya," jelasnya.


...***...