Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 77 - Bayangan



...***...


"So here I go, taking a curve. But I know that I'm never alone…" tutur Elvina pelan, menyanyikan lagu yang tiba-tiba saja muncul di benaknya.


"…I think of you…" William menyambungnya, membuat Elvina spontan mendongak menatap adiknya itu. "…And how you never let me go…,"


"…I feel connected…"


"…Protected."


"It's like you sitting right, with me all the time. You hear me…."


"…You near me."


"And everything else gonna be alright, cause nothing can break this… nothing can break this tie, connected."


"Connected inside," William tersenyum mengakhiri lagunya. Elvina terkekeh pelan begitu mereka selesai menyanyikan beberapa potongan lagunya, ia benar-benar tidak menyangka kalau William ternyata memikirkan hal yang sama dengannya.


"Haha aku tidak menyangka ternyata kau bisa membaca apa yang sedang aku pikirkan," tuturnya.


"Aku tahu karena kita terhubung. Sama seperti judul lagunya Connected."


"Ya, kau ada benarnya juga. Kita selalu terhubung satu sama lain." Elvina mengangguk pelan.


"William!" Kevin tiba-tiba berteriak menyerukan namanya. William dan Elvina menoleh spontan ke arah datangnya suara. Di sana, Kevin melambaikan tangannya meminta William untuk ke sana.


"Sepertinya kau dicari mereka, lebih baik kau pergi dan temui mereka," ujar Elvina.


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Baiklah, kalau memang begitu." William beranjak dari tempatnya. Elvina diam sambil memandang William yang terus bergerak semakin jauh dari tempatnya.



...*...


Menit berganti menit, begitu juga dengan jam yang terus berputar. Malam semakin larut, namun Elvina masih senantiasa terjaga. Ia sama sekali tidak dapat memejamkan mata barang sedetikpun. Otaknya terus di penuhi oleh berbagai perkataan Dorothy yang menjelaskan banyak hal padanya tadi siang.


Jadi, mereka selama ini mengawasiku dan juga William, ucapnya dalam hati. Elvina terbaring di atas ranjangnya dengan posisi menyamping, membelakangi Amanda yang terbaring di ranjang yang bersebelahan dengannya.


Tapi alat apa yang mereka gunakan untuk mengawasi kami? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan mereka. Elvina mengerutkan keningnya. Otaknya terus dihampiri berbagai pertanyaan mengenai proyek gila profesor.


Elvina terbelalak saat ia sadar bahwa ada sesuatu yang aneh. Sesuatu hal yang sejak tadi tidak disadarinya.


Tunggu, ada yang ganjil dari penjelasan Dorothy tadi siang. Dorothy menjelaskan semuanya begitu jelas. Darimana dia tahu begitu banyak informasi mengenai proyek mereka? Bukankah ini aneh? Astaga, kenapa aku baru menyadarinya sekarang?! Ada yang tidak beres dengan Dorothy. Apakah jangan-jangan…. Otak Elvina mulai dihampiri berbagai spekulasi negatif tentang Dorothy dan penjelasannya tadi siang. Lamunannya mendadak buyar saat secara tiba-tiba ia mendengar suara pintu yang di buka secara perlahan.


Elvina berbalik ketika sadar pintu terbuka. Begitu menoleh, sosok Amanda sudah raib dari tempat pembaringannya. Wanita berjilbab hitam itu, semula terbaring di ranjangnya dan sekarang hilang entah kemana.


Elvina menoleh ke arah pintu yang sedikit terbuka. Samar-samar Elvina melihat siluet seseorang yang bergerak melintas melewati pintu kamar mereka.


Merasa ada yang tidak beres, Elvina memutuskan untuk mengeceknya. Ia segera melangkah turun dari ranjang tidurnya.


Tiba di luar kamar, Elvina menoleh ke sekeliling mencari sosok yang baru saja melintas. Tak jauh dari posisinya berada, Elvina menemukan bayangan yang tadi dilihatnya. Bayangan itu, berjalan menuju pantai.


...***...