Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 41 - Aku ikut!



...***...


Elvina panik bukan main. Ia segera mengganti pakaiannya dengan yang lebih tebal, tak lupa ia juga mengenakan mantel yang tebal agar udara tak menyiksa dirinya.


Elvina sudah tampak siap dengan pakaian yang rapi. Ia menatap ponselnya, menelpon berulang kali nomor Rei, berharap lelaki yang jadi sepupunya itu menjawab.


Bunyi 'tuut…' berulang kali terdengar, setelahnya suara wanita yang sama yang menjawab panggilannya.


"Nomornya tidak aktif," gumam Elvina seraya menutup telponnya cepat tanpa mendengar suara wanita itu hingga selesai.


Elvina segera melangkah keluar dari dalam kamarnya. Tiba diluar kamar, ia dikejutkan dengan William yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Kau mau kemana tengah malam begini?" tanya William dengan raut wajah bingung. William yang semula sedang bermain game sampai terganggu akibat suara dari kamar Elvina ketika ia dengan kasarnya membuka pintu lemari untuk mengganti pakaiannya.


"Aku harus pergi, tidak ada waktu untuk menjelaskan. Lebih baik kau jaga rumah dan kunci pintu, mungkin aku akan pulang lewat jam dua belas malam." Elvina berjalan tergesa melewati William. Adiknya itu, dengan cepat menahan tangan Elvina. Menghentikan langkahnya dalam seketika.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau tampak begitu panik? Apakah ada masalah?"


"Rei kabur dari rumah. Tante menelponku dan meminta untuk aku membantunya mencari Rei. Sekarang aku akan pergi membantunya."


"Apa? Rei pergi?" William membelalakkan mata. "Kalau begitu tunggu di sini, aku akan ikut membantu." William hendak melangkah, tapi kali ini Elvina yang menahan langkahnya.


"Tidak. Lebih baik kau diam di sini dan pastikan rumah aman. Kalau kita berdua pergi, siapa yang akan menjaga mama dan rumah? Kau tahu sendiri 'kan, kalau papa sedang keluar kota."


"Tapi, aku tidak mungkin diam saja saat tahu Rei kabur! Aku harus ikut membantu mencarinya. Setidaknya dengan bantuanku, akan lebih cepat juga untuk menemukannya."


"Tapi…"


"Tiga lebih baik daripada dua!" tukas William menekankan. "Sekarang tunggu di sini, aku akan mengganti pakaianku dan segera kembali." William berlari cepat menuju kamarnya tanpa menghiraukan Elvina yang diam dengan mulut menganga sebab William memotong ucapannya.


Tak lama, William keluar dari dalam kamar dengan berpakaian rapi. Mereka berdua segera melangkah menuju pintu depan untuk pergi.



Langkah keduanya lagi-lagi terhenti saat mereka mendapati Indri, mamanya terbangun dan melihat William serta Elvina yang hendak pergi tengah malam seperti ini.


"Elvina, William? Kalian mau kemana malam-malam seperti ini?" panggilnya.


Elvina dan William menoleh. "Rei kabur dari rumah, ma. Aku tadi dihubungi Tante, dia memintaku untuk membantunya mencari Rei," jelas Elvina.


"Apa? Kenapa bisa?"


"Ceritanya panjang. Nanti Elvina akan ceritakan semuanya pada mama, yang terpenting sekarang aku pamit pergi dulu."


"Kau juga akan ikut?" Indri menatap William.


"Aku tidak mungkin diam saja sementara tahu Rei hilang. Aku akan membantu mereka mencarinya," kata William.


"Kalau begitu hati-hati di jalan."


"Iya, ma."


"Kabari mama kalau ada informasi terbaru."


"Okay!" sahut William dan Elvina yang bergegas berlari menuju garasi. Elvina segera mengeluarkan mobil yang terparkir di sana sementara William membukakan gerbang untuknya mereka. Sejurus kemudian mereka berdua segera melajukan mobil mereka keluar dari sana.


...***...