Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 53 - Kelainan



...***...


"Kelainan? Cepat bawa keduanya turun," titah profesor pada evolver lab yang ada. Mereka segera bergerak membantu yang ada di atas untuk menurunkan kedua tabung berisi Prevolver yang mereka maksud.


Prevolver adalah manusia biasa yang masih dalam masa inkubasi. Di tenggelamkan dalam tabung berisi serum Evolgesysv-03 dengan bantuan alat-alat untuk memonitor tubuh dan tanda vital mereka guna memastikan tubuh mereka tetap stabil selama di dalam tabung. Serum Evolgesysv-03 itu nantinya akan masuk secara perlahan ke dalam tubuh Prevolver yang terkurung dalam tabung inkubasi. Dengan menggunakan selang kecil yang di suntikan ke beberapa bagian tubuhnya, akan secara perlahan membuat setiap Prevolver yang ada, memulai masa evolusi pada sistem genetik dalam tubuhnya. Mengubah sebagian DNA dan RNA mereka, kemudian menyusun kromosom dengan komposisi yang lebih sempurna hingga membuat setiap jaringan tubuhnya menjadi lebih sempurna dari sebelumnya.


Serum itu juga secara otomatis akan membuka kemampuan otak mereka hingga membuatnya memungkinkan bekerja secara seratus persen walau dalam kurun waktu normal.


Manusia biasa, pada umumnya hanya bisa menggunakan kemampuan otak mereka sekitar sepuluh persen sampai dua puluh persen saja, ketika mereka dalam kondisi terbangun, dan bekerja lebih banyak ketika mereka tertidur. Namun, beda halnya dengan evolver. Dengan bantuan dari serum Evolgesysv-03 itulah, kemampuan otak mereka mampu terbuka dan bekerja seratus persen secara penuh walau tengah dalam keadaan normal. Hal ini yang memampukan mereka memiliki kelebihan berupa kekuatan diluar batas manusia normal.



Sementara yang lain sibuk, beda hanya dengan Elvina yang hanya diam dan memperhatikan mereka tanpa bergerak. Ia masih terduduk di tempatnya. Tubuhnya masih terasa lemas.


Elvina menontoni. Beberapa evolver dari lantai atas bergerak turun dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk serupa seperti kapsul, namun lebih besar dari sebelumnya. Beberapa evolver mulai bergerak memasukkan dua tabung berbeda ke dalamnya lalu membawa mereka turun.


Satu evolver menekan tombol kecil yang ada pada kapsul yang di tempatinya. Kapsul itu perlahan bergerak dan mulai terbuka hingga membuat dua tabung di dalamnya dapat mereka lihat dengan sangat jelas.


Mereka segera bekerja sama menurunkan tabung yang besar dan berat itu, tentunya dengan bantuan alat canggih yang belum pernah di lihat Elvina, juga.


Dua tabung itu tiba di hadapan profesor dan evolver yang bekerja di bagian monitoring. Mereka bergerak menghampiri dua tabung tersebut dan memandanginya.


Elvina menatap ke arah yang mereka tatap. Dua tabung berdiri dengan kokoh tak jauh darinya. Elvina menatapnya bergantian. Satu tabung itu berisi seorang gadis remaja dengan kulit putih dan wajah yang begitu cantik. Rambutnya panjang bergelombang agak kecokelatan, selain itu, tubuhnya cukup membentuk dengan bagus. Sosoknya tinggi semampai, dengan kulit yang begitu mulus dan bersih.


Dia… Elvina mengerutkan kening, dirinya merasa familiar dengan sosok gadis itu. Tapi, entah dimana ia pernah melihatnya. Seperti seorang artis ternama. Elvina tidak ingat. Atau mungkin hanya perasaannya saja? Ia tidak yakin.


Gadis itu begitu cantik, kulitnya juga begitu bagus. Kenapa aku merasa pernah melihatnya? Tapi, dimana? Apakah hanya perasaanku saja? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan menghampiri benaknya. Elvina menggelengkan kepalanya pelan. Mungkin hanya perasaanku.


...***...