Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 447 - Al…



...***...


Lucy menghentikan langkahnya beberapa meter dari arah mereka berdiri dengan posisi tangan menodongkan pistol ke arah mereka berdua.


"Kena kau! Sekarang kau tidak akan bisa lari lagi," teriak Lucy pada keduanya.


Andrich menaikkan sebelah aslinya. Ia merasa tidak asing dengan suara Lucy yang bicara dalam bahasa Inggris.


"Siapa dia?" Melinda tak mengerti dengan wanita yang baru saja tiba.


"Sial. Sepertinya ini tidak akan semudah yang aku bayangkan," gumam Andrich.


"Apa maksudmu?" Melinda tidak paham.


Andrich beralih fokus pada Melinda yang berdiri disampingnya.


"Aku setuju dengan tawaran bantuan yang kau berikan."


"Eh?" Melinda terheran-heran. Baru beberapa detik yang lalu, Andrich berkata tidak akan menerima tawarannya. Tapi sekarang? Dengan mudahnya ia berubah pikiran.


"Sekarang bantu aku, bawa Lusia dan amankan dia. Aku akan menghubungimu begitu aku berhasil menghadang mereka semua."


"Aku agak sedikit bingung dengan keputusanmu yang berubah-ubah, tapi aku tidak akan banyak bertanya untuk sekarang." Melinda menepuk pundak Andrich, berjalan menghampiri Lusia dan mengangkat tubuhnya.


"Berhenti di sana! Apa yang akan kalian lakukan pada gadis itu?!" teriak Lucy yang kemudian menembakkan beberapa peluru ke arahnya. Sialnya, Andrich lebih waspada hingga membuat setiap pelurunya tak berhasil mengenai mereka.


"Sampai jumpa nanti." Melinda memapah Lusia dan segera pergi dari sana.


"Berhenti!" Lucy berlari sambil menembaknya beberapa kali. Tapi belum sempat pelurunya mengenai Melinda maupun Andrich, sesuatu lebih dulu menghentikan langkahnya.



Lucy seketika berhenti. Membatu di tempatnya dengan kepala yang tertunduk menatap sesuatu yang mencengkram pergelangan kakinya erat.


Sebuah tangan hitam yang sangat panjang. Berasal dari arah pintu kayu di dekatnya.


Brukk!


Lucy jatuh dengan sangat keras sampai-sampai pistol dalam genggamannya itu lepas. Ia masih berusaha mencerna apa yang dilihatnya.


Tangan itu menarik kakinya menuju arah pintu.


"Kyaa!" Lucy berteriak, ia berusaha mencari pegangan untuk menahan tubuhnya. Tapi usahanya sia-sia.


Tangan itu terus menariknya hingga Lucy tak bisa berbuat banyak. Tubuh Lucy sampai berubah posisi tengkurap dengan kaki yang terus di seret.


Lucy berteriak meminta bantuan. Namun, suaranya sama sekali tak akan terdengar oleh siapapun karena Andrich menciptakan sebuah perisai tidak terlihat dengan bantuan makhluk gaib yang dikendalikannya, perisai yang membuat suara apapun tidak bisa terdengar, ataupun terdeteksi diluar dari area yang kini mereka tempati.


Dorr! Dorr!


Tembakan lain melayang ke arah Andrich yang baru saja akan menghampiri Lucy.


Salah satu tembakan Aland berhasil menggores lengan atas Andrich hingga membuat darah segar keluar membasahi pakaian hitamnya.


"Arghh…" Andrich meringis. Ia spontan bergerak mundur sambil memegangi tangannya yang terasa sakit.


"Lou!" Aland terbelalak.


"Al… tolong aku!" teriak Lucy yang semakin terseret.


Aland segera berlari. Melompat ke arah Lucy dan berusaha menarik tubuhnya. Tapi yang terjadi, ia malah itu terseret ke arah Lucy di tarik.


Tubuh mereka semakin mendekat ke arah pintu kayu tua yang mereka lihat. Aland berusaha sekuat tenaga untuk menahan tubuh mereka supaya tidak terbawa ke arah sana.


Di sisi lain, Rei baru saja tiba dengan Louis. Rei yang hendak mencari Lusia, lebih dulu beralih fokus pada Aland dan Lucy yang membutuhkan bantuannya.


...***...