Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 491 - Identitas palsu



...***...


"Sejak kapan kau tahu ini!" tanya Aland.


"Aku tahu setelah Rei menjelaskan tentang evolver. Setelah kita tahu kalau rekan kita Am, tertangkap… sejak saat itu juga aku tahu kalau selama ini, para evolver itu berusaha untuk menangkapku supaya mereka bisa mengubahku menjadi evolver seperti mereka," jelas Lucy.


"Lalu kenapa kau tidak menjelaskannya padaku? Kenapa kau malah diam saja?"


"Apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak ingin membuatku cemas hanya karena tahu selama ini kita berlari menuju bahaya. Aku juga, tidak mungkin diam saja membiarkan Am berada dalam bahaya. Aku harus menyelamatkannya. Apapun resikonya, karena tetap saja yang harus bertanggungjawab atas semua ini adalah aku. Musuh mereka adalah aku, bukan Am. Apalagi kau!"


"Ini tidak benar. Kau tidak mungkin melanjutkan misi ini! Kau lebih baik berhenti, dan kembali ke London. Biar aku yang teruskan misi ini sendiri."


"Tidak bisa, Al! Ini adalah misiku. Seharusnya aku yang berkata seperti itu, karena tidak seharusnya kau terlibat dalam masalahku. Aku benar-benar minta maaf karena sudah membuatmu dan Am terseret sejauh ini. Tapi ini benar-benar tidak bisa aku kendalikan."


"Lou?!" Aland memegang pundak Lucy dengan kedua tangannya.


"Aku tidak bisa berhenti, Al… tidak. Sebelum aku berhasil menangkap mereka dan mengalahkannya. Kalau aku berhenti sekarang, maka Am… akan berakhir seperti Elena." Kedua manik mata Lucy mulai berkaca-kaca.


Aland melepaskan perlahan cengkramannya pada pundak Lucy.


Aland tertunduk dengan wajah murung. Kedua matanya sama seperti Lucy, berkaca-kaca.


"Aku tidak bisa membiarkan Am, berakhir seperti Elena. Aku tidak ingin, kehilangan satu anggota timku lagi. Maka dari itu, tak peduli sebesar apapun bahayanya, aku akan berusaha keras menyelamatkan Am dari tangan mereka…" Lucy mengusap wajahnya yang mulai di basahi bulir-bulir air mata.



Apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka, pikir Rei.


"Huft~" Lucy menghela napas panjang. Ia kemudian menoleh pada Rei yang sejak tadi terdiam seribu bahasa.


"Maaf untuk perdebatan ini, aku benar-benar merasa tidak enak karena sudah berdebat dihadapanmu begini," gumam Lucy meminta maaf.


"T… tidak apa-apa. Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah tidak sengaja mendengar perdebatan kalian."


"Karena kau sudah mendengar pertengkaran kami, sepertinya tidak ada hal yang perlu kami sembunyikan lagi darimu."


Aland menatap ke arah Lucy yang baru saja berucap seperti ini. "Lou!" Ia berusaha memperingatkan.


"Tidak ada kesempatan lagi untuk mengelak, Al. Rei sudah tahu banyak hal yang kita sembunyikan. Lagipula cepat atau lambat, dia akan tahu tentang identitas kita yang sebenarnya. Jadi lebih baik kita jelaskan sekarang." Lucy mempertegas kalimatnya.


Aland terdiam seketika.


"Begini Rei. Sebenarnya apa yang kau ketahui tentang kami itu hanyalah identitas palsu yang kami gunakan sebagai samaran. Ya… tidak semuanya juga. Maksudku, semuanya palsu kecuali aku adalah sepupunya Leon, dan namaku Liana."


"Kenapa kalian menyamar?"


"Aku dan Aland sebenarnya adalah seorang agen. Kami bekerja di bawah naungan SGLSA yang berkantor pusat di London. Kedatangan kami ke Indonesia adalah untuk menangkap target kami. Tiga orang buronan yang merupakan bagian dari komplotan penjahat…" jelas Lucy.


...***...