
...***...
Mereka mulai mendekat, batinnya. Lucy kembali berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Di ujung jalan, samar-samar ia melihat jalanan yang cukup ramai.
Hanya sedikit lagi. Aku harus bisa tiba di sana, ucapnya dalam hati sembari terus berlari menuju ujung gang yang dilihatnya.
Mereka terus menyerang Lucy, tapi ia berusaha untuk bertahan hingga tiba di sana. Tenaganya semakin berkurang dan langkahnya semakin terasa berat.
Brukk!
Lucy secara tiba-tiba menabrak seorang lelaki begitu ia tiba di ujung gang. Lelaki itu sampai jatuh di trotoar akibat ulahnya.
"S… sorry," lirihnya pada lelaki yang baru saja ditabraknya.
Lelaki itu adalah Derek dengan Pricilla yang hendak mencari taksi, tapi secara tak terduga malah di tabrak seorang wanita dari ujung gang yang mereka lewati.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Pricilla. Ia berjongkok memastikan keadaan Derek yang baru di tabrak Lucy.
"Aku baik-baik saja. Tapi sepertinya dia tidak." Derek mendongak menatap Lucy yang dalam keadaan kacau. Wanita itu resah. Wajahnya pucat dengan tubuh yang penuh luka.
"Oh my God. Are you okay?" tanya Pricilla menghampiri Lucy yang penuh luka dan darah di tubuh dan pakaiannya.
"I don't have time, I have to go! I'm sorry again, I really accidentally bumped into you." Lucy meminta maaf pada Derek dengan terburu-buru. Derek dan Pricilla bingung melihat dirinya yang begitu panik.
(Aku tidak memiliki waktu, aku harus pergi! Sekali lagi aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu.)
Belum sempat Derek dan Pricilla bertanya mengenai apa yang terjadi dengannya, Lucy sudah lebih dulu berlari dari mereka.
Derek dan Pricilla terdiam sejenak. Mereka menoleh ke arah gang dan mendapati sekelompok evolver berlari menuju arah mereka.
Drap! Drap! Drap!
Mereka berlari. Tak lama mereka tiba di ujung dan melihat Derek serta Pricilla yang berdiri di sana.
Derek yang melihat pakaian serta gelagat mereka seketika menarik tangan Pricilla dan berlari menjauh dari mereka.
"Derek, ada apa?"
"Mereka LGE!" teriaknya panik sembari terus berlari.
"Sir, bukankah mereka adalah buronan yang dicari profesor, dan tuan?" ujar salah satu lelaki itu.
"Apa? Kau tidak salah lihat?"
"Itu memang dia!" Seru yang lainnya.
"Kalau begitu berpencar. Kalian tangkap mereka, dan aku serta yang lainnya menangkap target utama kita. Jangan lupa juga untuk menghubungi Ron dan tuan mengenai ini!"
"Yes, sir." Mereka segera bergerak dan berlari mengejar Derek. Sementara sisanya berlari mengejar Lucy yang masih berusaha mereka tangkap.
...*...
Lucy mengotak-atik thorny bites nya, menekan beberapa tombol hingga memunculkan layar hologram. Ia segera menghubungkan pilot otomatis pada motor miliknya agar dirinya bisa secepatnya melarikan diri dari kejaran para evolver dibelakangnya.
Tak lama menunggu, motor sport hitam melaju dengan kecepatan tinggi dalam mode pesawat otomatis.
Lucy melompat naik, memasang sebuah alat yang bentuknya seperti bando. Disisinya ada sebuah tombol yang kemudian ia tekan. Benda itu seketika berubah menjadi helm yang langsung melindungi kepalanya.
Lucy melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan para evolver yang jauh dibelakangnya.
"Arghh, ****! We failed again!" umpat laki-laki itu, penuh emosi.
...***...