Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 492 - Kuizinkan



...***...


"Kedatangan kami ke Indonesia adalah untuk menangkap target kami yang mana merupakan bagian dari komplotan penjahat yang dulu membuat sebuah kekacauan besar di London. Aku di tugaskan dalam misi ini, karena sejak awal aku memiliki kaitan erat dengan ketua komplotan mereka."


"Aku masih belum bisa percaya ini. Jadi kalian adalah agen?"


"Ya."


"Lalu, siapa yang sebenarnya berusaha kalian tangkap? Maksudku, siapa orang yang kau maksud adalah bagian dari penjahat di London itu? Apakah pria yang waktu itu kita temui?"


"Benar. Dia adalah otak dari semua ini."


"Tidak mungkin. Karena Elvina bilang padaku, otak dari semua ini adalah seorang profesor. Dia yang sudah mengubah semua orang menjadi evolver," jelas Rei.


"Dia tidak bergerak sendiri. Pria yang waktu itu kau temui, dan profesor kembar, mereka bekerjasama untuk menguasai dunia."


"Profesor kembar?" Rei mengulang ucapan Lucy. "Jadi maksudmu, profesor itu tidak sendirian? Melainkan memiliki kembaran?"


"Ya. Dan sama-sama, mereka melakukan penelitian untuk menguasai dunia lewat orang-orang terpilih yang nantinya akan memiliki peran penting di masa depan."



Rei terdiam berusaha mencerna setiap kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Lucy.


Di sisi lain, Louis menampakkan raut wajah berbeda. Namun ekspresinya sama sekali tidak di sadari oleh Rei.


"Jadi, musuh kita sama?" gumam Rei setelah beberapa saat terdiam.


"Benar. Musuh kita memang sama, maka dari itu izinkan kami membantumu."


"Kalian boleh membantuku, dan aku juga akan membantu kalian. Mungkin dengan cara kita bekerjasama, kita bisa menemukan William, Elvina, dan Lusia. Dengan begitu, kalian juga bisa menemukan markas dimana musuh kita berada."


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita susun rencana." Aland angkat bicara setelah terdiam cukup lama. Ia tampaknya mulai setuju dengan Lucy dan Rei.


Bagaimanapun, Aland tidak mungkin membiarkan Lucy bergerak sendiri.


"Ayo. Tapi bagaimana caranya kita bisa mencarinya? Kita mulai darimana? Kita saja bahkan sudah kehilangan jejak dari Joe yang membawa Elvina dan William," tutur Rei.


"Kami memiliki rekan di London yang bisa membantu." Aland dan Lucy beranjak bangun dari tempat duduknya yang kemudian diikuti oleh Rei dari arah belakang.


Lucy meraih laptopnya dan membuka benda itu. Ia segera memasang handsfree miliknya dan berusaha menghubungi Ethan.


"Eth, masuk."


"Ya, Lou? Ada apa?"


"Kau sudah menemukan cara lain untuk menemukan jejak Elvina?"


"Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah berusaha melacaknya lagi, tapi aku tidak bisa menemukannya sama sekali."


Lucy terdiam lalu memandang Rei serta Aland secara bergantian.


"Elvina tidak bisa kami lacak."


"Apa? Lalu, bagaimana sekarang?"


"Tunggu, sebentar."


Lucy kembali beralih pada handsfree yang terpasang pada telinganya.


"Lalu kau memiliki berita apa lagi untuk kami?"


"Aku memang tidak berhasil menemukan keberadaan Elvina, tapi sebagai gantinya aku berhasil menangkap sinyal Andrich."


"Andrich? Dimana dia sekarang?"


"Pergerakannya tidak tentu. Dia bergerak dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dan pergerakannya cukup cepat. Setelah sebelumnya kita sempat kehilangan jejaknya, dia kembali muncul dan melakukan pergerakan random."


"Apa? Kenapa dia melakukan itu?" Lucy berusaha mencerna informasi yang di dapatnya.


"Akan kukirimkan padamu lokasi terkini tempatnya berada."


"Baik, segera kirimkan padaku."


Lucy mengotak-atik laptopnya hingga ia berhasil mendapatkan lokasi langsung Andrich.


...***...