Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 398 - Membawanya ke Indonesia?



...***...


"Al! Kau bisa mendengarku?" panggil Ethan di seberang sana, pada Aland yang sejak tadi duduk dan sibuk dengan layar laptopnya.


"Ya, aku bisa mendengarmu. Ada apa?"


"Aku baru saja berusaha melacak kembali mengenai target kalian, tapi ada satu hal yang baru aku sadari!"


"Apa?"


"Setelah aku cek ulang dan aku pastikan. Ternyata bukan hanya target kalian yang sinyalnya hilang di Indonesia."


"Bagaimana maksudmu? Aku tidak mengerti."


"Am! Sinyal terakhir yang aku tangkap dari Am, juga menghilang di Indonesia!"


"Apa? Benarkah?" Aland terperanjat.



"Ya. Sinyal satu tahun yang lalu saat kalian memintaku untuk melacak keberadaannya, hilang di daerah Indonesia. Itu artinya, ada kemungkinan kalau Am juga di bawa ke Indonesia."


"Maksudmu mereka membawanya ke Indonesia?"


"Benar sekali! Selain itu, aku mengecek ulang semuanya dan menelusuri kembali mengenai kejadian setahun yang lalu ketika orang-orang di seluruh penjuru dunia menghilang. Aku berusaha melacak setiap data dan informasi yang ada sebisa mungkin. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah riset yang di lakukan oleh salah satu agen CIA di Amerika, dan kau tahu apa yang aku dapatkan?"


"Apa?"


"Semua sinyal dari orang-orang yang menghilang dari seluruh penjuru dunia, bersatu pada satu titik. Dalam kata lain, mereka menghilang di satu wilayah yang sama, dan itu adalah Indonesia. Aku akan berusaha mencari cara agar bisa menemukan wilayah yang mereka tempati, tapi sebelum itu, bukankah kalian memiliki data diri dari target kalian? Coba kau cek lagi mengenai identitas dan data dirinya."


"Sebentar." Aland beranjak bangun dari duduknya. Menyingkirkan laptop dalam pangkuannya dan segera berjalan menghampiri koper.


Aland mengobrak-abrik isi koper dan mencari berkas berisi data diri target mereka yang sedang mereka kejar.


Namun, apa yang di carinya raib.


"Sial!"


"Ada apa?"


"Baiklah, aku akan mengirimkannya padamu begitu aku menemukan berkas itu."


"Kalau tidak salah berkasnya ada di laci kerja Lucy."


"Baiklah, akan aku cari."


"Ya."


Aland tak lagi bisa mendengar suara Ethan. Ia terdiam dengan otak yang terus teringat akan ucapan Ethan barusan. Sebuah temuan besar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


...*...


London, Inggris.


Ethan melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya. Ia segera melenggang menuju ruangan tim dua untuk mencari berkas yang dimaksudnya.


Pintu yang tidak terkunci membuatnya dengan mudah masuk ke dalam sana.


Ethan menghampiri meja kerja milik Lucy yang berada di tengah-tengah. Ia segera membuka setiap laci yang ada dan mengobrak-abrik isinya hingga menemukan berkas yang ia cari.


Ethan membuka berkas itu dan mengecek identitas dari target mereka.


Dalam satu berkas itu, terdapat empat foto target. Ethan terdiam dengan wajah terkejut saat melihat rincian identitas dari target Lucy dan Aland.


Ethan speechless, ia sampai tak bisa berkata-kata mendapati fakta yang dilihatnya.


Ia mengepalkan tangannya.


Lucy dan Aland harus tahu ini, pikirnya yang kemudian melangkah keluar dari dalam ruang kerja tim dua dengan berkas di genggamannya.


Ethan segera menghampiri ruang kerja tim tiga dan duduk di kursi miliknya. Ia selanjutnya di sibukkan dengan layar laptopnya.


"Al, aku mendapatkan berkasnya."


...***...