
...***...
Waktu berlalu. Jam di pergelangan tangan kirinya telah menunjukkan pukul dua belas siang.
Elvina sudah melakukan cukup banyak hal dengan Leon, mulai dari mengunjungi bioskop untuk menonton film bersama, mengunjungi taman bermain yang kebetulan berada tak jauh dari sana, dan menghabiskan waktu mereka untuk mencoba setia permainan yang ada di sana.
Rasa canggung yang semula menyelimuti mereka kini bahkan tak lagi ada. Elvina sudah mulai bisa membiasakan diri berada di dekat Leon, membicarakan banyak hal secara informal tanpa ada batasan layaknya atasan dan bawahan seperti di kantor.
Leon senang karena akhirnya Elvina mulai bisa terbiasa dengan dirinya, selain itu yang membuatnya semakin senang adalah karena ia akhirnya bisa tahu lebih banyak hal tentang Elvina.
Hal yang membuat Leon semakin tertarik dengan Elvina adalah wanita itu ternyata orang yang lebih menyenangkan dari yang ia kenal. Elvina ternyata merupakan orang yang asik dalam di ajak untuk bersenang-senang, ia tahu cara berbaur dengan lingkungan dan tahu bagaimana caranya membuat hal-hal kecil yang terkesan biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. Wanita yang unik memang, dan ia suka.
"Yang tadi itu benar-benar menyenangkan." Elvina tersenyum senang. Permainan terakhir baru saja mereka selesaikan.
"Kau benar, aku juga sangat menikmatinya." Leon balas tersenyum melihat perempuan yang ia cintai tampak sangat senang dengan berbagai permainan yang telah mereka coba.
Ternyata… Leon tidak seburuk yang aku pikirkan. Dia cukup menyenangkan untuk di ajak bersenang-senang, pikir Elvina. Wanita itu beralih menatap lelaki yang kini berjalan di sampingnya.
Leon tersenyum. Kedua matanya menyipit kala deretan gigi putihnya tampak menghiasi senyumnya.
Dia lebih tampan ketika sedang tersenyum seperti ini. Tunggu… kalau tidak salah ini adalah kali pertama aku melihatnya tersenyum selepas ini di dekatku. Biasanya dia memasang tampang menyebalkan yang selalu membuatku jengkel. Elvina mengulum senyum.
Joe… dia pasti ada di sekitar sini! Dia pasti tahu kalau aku sedang ada di sini dan dia akan berusaha untuk menangkapku. Aku harus waspada, dan jangan sampai dia melukai setiap orang yang ada di tempat ini. Terutama Leon, batin Elvina. Ia mengedarkan pandangannya saat sadar bahwa Joe telah memberikan pertanda atas kedatangannya.
Bzzzttt!
Joe menyambar salah satu tiang di dekat mereka hingga benda itu terbelah dan spontan miring ke arah dimana Elvina dan Leon berada.
Elvina mendongak dan mendapati tiang di dekat mereka yang condong ke arah mereka, bergegas ia mendorong tubuh Leon hingga tersungkur di tanah.
Brakk!
Tiang itu jatuh di tanah. Elvina bergegas bangun. Menoleh ke arah serangan itu berasal, dan ia dapat melihat sosok Joe di sana.
Kenapa dia harus datang di saat yang tidak tepat seperti ini? Kalau Leon sampai sadar nanti, dia pasti akan kebingungan kalau melihatku terluka seperti yang sudah-sudah, batin Elvina. Ia melirik ke arah Leon yang tak bergerak sama sekali. Lelaki itu membeku bagaikan patung yang kini terbaring di tanah.
"Sepertinya kau memang selalu waspada, itu alasannya kenapa kau begitu mudah menghindari setiap seranganku." Joe berjalan mendekat kearahnya.
...***...