
...***...
Rei diam memandangi pria albino yang sejak beberapa saat yang lalu berdiri dihadapannya. Ia masih tidak dapat percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Pria itu mendadak muncul saat Rei mengucapkan satu kata, dan ia tiba-tiba memeluk Rei seperti dalam mimpinya.
Pria albino dihadapannya itu masih tersenyum ke arah Rei, dari raut wajahnya, Rei dapat melihat kalau ia sangat senang bisa bertemu dengannya lagi.
Rei menoleh ke arah dimana meja berada. Ia meraih kertas yang semula dilihatnya kemudian membaca kembali tulisan yang tertera di sana.
"Louis," gumam Rei membaca kembali tulisan itu.
"Itu namaku," jawab si albino.
"Maksudmu namamu Louis?" Rei menatapnya penasaran.
"Ya, namaku Louis. Tuan yang telah memberikan aku nama itu."
"Tuan…" ucap Rei, mengulang sebutan si albino bernama Louis itu dengan suara pelan. Rei terdiam, ia masih tidak mengerti kenapa Louis memanggilnya dengan sebutan tuan. Ia juga tidak mengerti kenapa saat Rei menyebut namanya untuk pertama kali, Louis mendadak muncul.
Rei bertanya-tanya, makhluk apa sebenarnya Louis ini? Hantu? Demit? Roh? Atau arwah gentayangan? Tapi Louis baru saja mengatakan kalau Rei lah yang telah memberikannya nama, dan bukankah itu berarti dia bukan bagian dari mereka?
Ia kembali menatap kertas yang di genggamnya dan membaca biodata pria itu.
Louis, seorang pria albino yang memiliki tanggal lahir sama dengannya pada akhir bulan Maret. Dalam catatannya, tertulis dengan jelas bagaimana ciri-ciri fisik pria itu, mulai dari bagaimana warna rambutnya, warna mata, postur tubuh, bentuk wajah, dan suaranya. Di bagian lain, dalam catatan yang sama, tertulis bagaimana sifatnya.
Namun ada yang aneh, yang baru Rei sadari. Pada halaman lain di lembar kertas yang digenggamnya, tertulis beberapa hal dengan judul kemampuan.
Jumlah kemampuan yang tertera di sana kurang lebih ada tiga puluh yang beberapa diantaranya mirip dengan kekuatan yang Rei miliki.
Ia semakin bingung dengan situasinya. Atensi Rei kembali beralih pada Louis.
"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau bisa tiba-tiba muncul seperti tadi? Makhluk apa kau?" Rei mengajukan beberapa pertanyaan padanya.
"Aku Louis, aku adalah bagian dari diri tuan. Bagian yang tidak akan bisa terpisahkan. Tuan yang telah menciptakan aku, tuan memberikan aku nama, memberikan aku wujud, dan tuan juga yang telah memberikanku kemampuan. Aku bagian dari diri tuan, selalu ada untuk tuan, dan hanya mengikuti setiap perintah tuan."
"Aku yang telah menciptakanmu?" Rei bingung. Bagaimana dirinya bisa menciptakan sosok seorang Louis?
Louis mengangguk pelan sebagai jawaban. "Tapi bagaimana bisa?" tanya Rei.
"JM."
"JM?" Rei mengerutkan keningnya sejenak sebelum kemudian menoleh ke arah buku di atas meja yang tadi di bacanya. "Maksudmu, Jessica Method?"
"Ya. Tuan menciptakanku lewat metode Jessica."
"Jadi maksudmu, kau adalah makhluk imajiner?"
"Benar, aku memang makhluk imajiner yang tuan ciptakan. Peranku dalam hidup tuan adalah sebagai two voices one song, peran itu berasal dari judul salah satu lagu yang tuan sukai. Tuan memilih lagu itu karena terdapat lirik yang benar-benar menggambarkanku sebagai bagian dari diri tuan," jelas Louis.
"Tapi, kenapa dulu aku menciptakanmu?"
Louis mendadak diam.
...***...