Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 713 - 3329



...***...


Dorothy bereksperimen dengan harapan bisa membuat kedua anaknya menjadi manusia murni.



...*...


London, Inggris.


3329


Wanita itu terdiam tanpa kata. Wajah murungnya fokus menatap sebuah bingkai berisi selembar foto tua yang tampak sudah sangat usang. Foto itu berisi gambar dirinya dengan seorang wanita yang tidak lain merupakan sahabat SMA-nya. Gambar itu pertama kali diambilnya ketika dia masih bekerja sebagai seorang reporter di salah satu stasiun televisi. Sudah lama waktu berlalu, dan dia sudah melewati banyak hal yang sungguh terjadi di luar nalar dan akal sehat manusia.


Perhatian wanita itu perlahan beralih pada dinding dimana dia menempelkan semua kliping informasi yang di dapatnya. Kliping yang sampai sekarang bahkan tidak pernah bisa dia selesaikan. Kliping kasus yang bahkan hingga saat ini juga masih menjadi bagian terpenting yang tidak akan pernah bisa dia musnahkan begitu saja.


Kedua mata wanita itu berkaca-kaca. Setiap kali dia mengingat kejadian itu, rasanya apa yang dia dan suaminya alami baru terjadi kemarin. Padahal sudah tiga belas tahun berlalu, dan dia masih tetap berharap waktu bisa membebaskan mereka dari tempat mereka sekarang.


"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau diam di sini?" Rivanno berucap dengan nada lembut. Kedatangannya langsung mengalihkan perhatian Tiana. Wanita itu menoleh. Beralih pandang pada pria yang tak lain kini menjadi suaminya.


Mereka beradu tatap dalam jarak yang begitu dekat. Rivanno bisa melihat kedua mata Tiana yang kini berkaca-kaca, nyaris menangis. "Apakah kau ingat pada Dorothy?"


"Aku tidak mungkin bisa melupakannya... Aku sudah berjanji untuk membantunya membawa kedua anaknya dari sana. Tapi yang aku lakukan... Apa yang kita lakukan..  kita malah mengingkari janji kita padanya..." Tiana memeluk tubuh suaminya, terisak di bahunya.


Rivanno membalas pelukan Tiana, mengusap punggung wanita itu penuh kelembutan. Dia bisa dengan jelas merasakan bagaimana perasaan Tiana sekarang. Wanita itu pasti merasa sangat kecewa karena gagal menepati janjinya pada Dorothy, dia juga pasti merasa kecewa karena usaha mereka malah berakhir pada masalah lain dimana mereka harus terjebak jauh di masa depan, bahkan hingga harus bertahan sampai tiga belas tahun lamanya.


"Aku minta maaf... Ini semua bukan salahmu. Ini salahku. Kalau saja saat itu aku tidak memiliki ide untuk menjalankan mesin waktu itu mungkin kita tidak akan pernah terjebak di sini, dan mungkin saja kita bisa menyelamatkan mereka." Dengan suara rendah penuh penyesalan, Rivanno meminta maaf atas segalanya. Mungkin memang permintaan maafnya sampai kapanpun tidak akan pernah cukup. Tapi hanya itu yang bisa dia lakukan untuk sekarang. Terlebih usahanya untuk memperbaiki mesin itu bahkan sampai sekarang masih belum menjumpai titik terang.


"Mommy, Daddy..." Seorang anak perempuan mendadak berlari dan berhenti ketika dia melihat kedua orang tuanya yang sedang berpelukan di sana. Anak itu terdiam dengan raut wajah bingung.


Di sisi lain, Tiana dan Rivanno langsung panik.


...***...