Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 488 - Tinggal bersamamu



...***...


"Ethan, bisakah kau melacak keberadaan ponsel yang kemarin aku minta? Kami kehilangan target," ujar Elvina pada Ethan di seberang sana.


"Sebentar, akan coba aku lacak." Ethan si seberang sana mencoba untuk melacak ponsel Elvina seperti yang diminta oleh Lucy dan Aland beberapa waktu lalu.


Lucy terdiam menunggu kabar berikutnya dari Ethan.


"Lokasi terakhirnya adalah di tempat dimana kau berada. Sesaat sebelum kau menghubungiku."


"Apa?"


"Aku tidak bisa melacaknya lagi karena ponselnya dalam keadaan mati saat kau bertemu dengannya. Jadi, aku minta maaf. Tapi sepertinya aku tidak bisa membantumu kali ini."


"Kau tidak bisa melakukan sesuatu?"


"Apa yang bisa aku lakukan kalau ponselnya dalam keadaan mati?"


"Astaga… lalu sekarang bagaimana? Apa yang harus kulakukan agar aku bisa menemukan keberadaan Elvina?" Lucy bergumam pelan.


"Oh, omong-omong bagaimana dengan Andrich? Apakah kau bisa melacak keberadaannya?"


"Untuk Andrich sendiri…"



"Sebentar! Kita lanjut pembicaraan kita nanti," potong Lucy saat kedua manik matanya menangkap sosok Rei yang baru saja tiba dengan Aland.


"Rei…" Lucy beranjak bangun dari duduknya.


Aland dan Rei menghampiri Lucy yang sejak tadi terduduk di depan laptopnya.


"Kau sudah siuman? Bagaimana keadaanmu?" tanya Lucy.


"Aku sudah merasa baikan. Aku harus segera pergi dan mencari Elvina dan William. Selain itu, aku juga harus mencari Lusia… sebelumnya, terima kasih karena sudah membantuku, dan kalian sudah membawaku kemari," ujar Rei.


"Tidak. Aku tidak mengizinkanmu pergi, kondisimu masih lemah. Apalagi kau baru saja sadar dari pingsan. Kalau kau pergi, aku takut terjadi apa-apa padamu. Lebih baik kau beristirahat dulu sementara waktu. Mengenai Elvina dan William… kami akan membantumu mencarinya. Lusia juga."


"Jangan seperti itu. Lagipula bagaimanapun juga, Elvina adalah kekasih dari Leon, dan itu artinya Elvina juga adalah sepupuku."


"Apa yang dikatakan Liana benar. Kondisimu tidak memungkinkan untukmu pergi mencari kedua sepupu dan kekasihmu. Untuk saat ini lebih baik kau istirahat, kami janji akan membantumu." Aland membenarkan ucapan Lucy barusan.


Rei terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Aku setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Liana dan Aland, tuan, kata Louis yang sejak tadi berdiri di sampingnya.


Pria albino itu tahu betul kalau kondisi tuannya benar-benar dalam keadaan kurang bagus. Apalagi setelah pertarungannya dengan Joe dan Wyman beberapa saat yang lalu.


"Baiklah," gumam Rei sambil menghela napas pelan.


"Tapi, izinkan aku tinggal di sini untuk sementara waktu. Aku tidak bisa pulang, karena kalau aku pulang… maka banyak orang yang akan menanyaiku tentang kasus ini," jelas Rei.


"Tidak masalah," sahut Lucy menyetujui.


...*...


Elvina membuka kedua matanya perlahan. Ia berulangkali membuka matanya lebar-lebar, berusaha memastikan kalau ia memang bisa melihat.


Keadaan yang teramat gelap membuatnya tidak bisa melihat apapun, selain titik cahaya kecil yang muncul pada gelang yang terpasang pada tangannya.


Dimana aku? Apakah Joe berhasil menangkapku? Elvina membatin. Ia beranjak bangun secara perlahan.


"Shh…" ringisnya memegangi bagian tubuhnya yang terasa sangat sakit akibat pertarungannya dengan Joe.


Setelah berhasil bangun, Elvina duduk seraya menatap ke sekeliling ruangan.


Tempat apa ini? Kenapa begitu gelap? Apakah Joe membawaku ke laboratorium dan sekarang aku sedang berada di perjalanan?


Elvina terdiam sejenak, ia berusaha mendengarkan suara.


...***...