Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 397 - Liana adalah sepupuku



...***...


"She said, you are beautiful." Elvina menerjemahkan.


"Thank you. Kau juga terlihat cantik." Lucy balas memujinya.


Linda menoleh sahabatnya, meminta penjelasan dari Elvina. "Dia bilang kau juga cantik," ucap Elvina.


Walaupun Elvina lulusan SMA, setidaknya dia mengerti sedikit-sedikit.


Sejurus kemudian mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.


Leon sejak tadi hanya diam dan memperhatikan Elvina yang duduk di sebelahnya. Elvina sejak tadi nyaris tak ingin beradu tatap dengannya, hal ini membuat Leon makin merasa kalau ada yang tidak beres dengan wanita yang jadi kekasihnya itu.



"Omong-omong ada yang harus aku luruskan di sini," ujar Lucy membuka percakapan.


Semua orang serentak menoleh ke arah wanita yang baru saja berucap. Elvina dan Linda tak mengerti dengan apa yang dia ucapkan, dan Leon berusaha menerjemahkan ucapannya.


"What?" tanya Elvina sembari menatapnya setelah mendengar terjemahan yang Leon sampaikan.


Lucy tiba-tiba meraih tangan Elvina dan menggenggamnya. Ia beradu tatap satu sama lain dengan wanita yang menjadi kekasih dari adik sepupunya—Leon.


"Dengar, aku tahu kau salah paham atas hubunganku dan Leon. Tapi asal kau tahu saja, kalau aku dan Leon tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya sepupu yang sudah lama tak bertemu. Selama ini, aku tinggal di Inggris sementara Leon pindah ke Indonesia semenjak kakek dan nenek kami di Prancis, meninggal," jelasnya disertai dengan Leon yang menerjemahkan.


Elvina terdiam, pun Linda. Keduanya tak bisa berkata-kata guna menanggapi kalimat Lucy.


"Apakah itu benar?" tanya Elvina akhirnya setelah diam sesaat.


Leon menatapnya.


"Ya. Aku dan Liana hanya sepupu, bukankah aku pernah bercerita padamu kalau aku memiliki sepupu perempuan yang begitu melindungiku saat aku tinggal di Paris? Ini orangnya, dia yang sudah banyak melindungiku dari anak-anak yang dulu sering sekali merundungku ketika aku tinggal di Prancis."


"O… oh, begitu rupanya…" Elvina terkekeh pelan.


Leon tertegun melihatnya. Sementara Lucy dan Linda tersenyum simpul, mereka bisa menebak kalau Elvina malu dengan sikapnya sendiri yang cemburu tanpa alasan.


"Kau tidak marah padaku lagi 'kan?" Leon memastikan.


"Hahaha, tidak." Elvina menggeleng pelan.


Leon merekahkan senyum melihat Elvina yang sudah bisa ceria lagi seperti Elvina yang dikenalnya.


"Maaf, karena aku cemburu tanpa alasan." Elvina beradu tatap dengannya.


"Aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah membuatmu salah paham. Coba saja kalau aku menjelaskan lebih awal kalau Liana adalah sepupuku. Untung saja, Liana adalah orang yang selalu peka dan bisa melihat sisi lain dari hal yang tidak aku lihat." Leon menoleh Lucy.


"Thank you." Leon tersenyum padanya.


Elvina pun menatap padanya dan meminta maaf karena sudah bersikap seperti sebelumnya. Ia benar-benar malu karena sudah cemburu pada sepupunya Leon sendiri.


"Makanya jangan cepat menyimpulkan. Seharusnya kau tanyakan dulu pada pak Leon siapa dia ini," kata Linda pada Elvina.


"Kau juga yang tadi terus memanasiku! Memangnya kau pikir aku cemburu karena siapa? Kau juga yang terus mengira-ngira kalau mereka pacaran 'kan?"


"Ah… itu…" Linda mati kutu, ucapan Elvina memang benar. Dirinya juga yang salah karena sudah membuat Elvina berspekulasi kalau Lucy adalah kekasih Leon.


"Maaf," ucapnya sambil tersenyum menampakkan deretan giginya.


...***...