
...***...
"Joe?!"
"Kenapa reaksi kalian kaget begitu?"
"Apakah Joe yang kau maksud adalah pria dengan kemampuan mengendalikan waktu?" Rei memastikan.
"Kalian dengan kenal dengannya?"
"Ternyata benar…" gumam Elvina dengan wajah kaget.
"Jadi kalian sungguh kenal dengan Joe juga?"
"Joe adalah evolver yang ditugaskan untuk menangkap Elvina dan William," jelas Rei.
"Maksudmu… kalian adalah evolver yang melarikan diri itu?" Nils tak kalah kaget.
"Ya."
"Sungguh tidak bisa dipercaya…" Nils speechless. Ia tidak menyangka kebetulan seperti ini akan benar-benar terjadi di dunia nyata.
...*...
"Kita harus bergegas!" Melinda menarik tangan Andrich yang kini berjalan terseok-seok di belakangnya. Pria itu di seret paksa oleh Melinda dengan membawa barang-barang bawaan mereka.
"Pelan-pelan, aku masih kesulitan mengontrol diriku."
"Tidak ada waktu! Dekis sudah menunggu kita sejak tadi. Kalau kita terlambat, bisa-bisa kita tertinggal." Melinda terus berlari tanpa menghiraukan keadaan Andrich sekarang.
Mereka terus melangkah menyusuri jalan pintas menuju pelabuhan agar mereka bisa tiba secepatnya.
Malam ini juga, Melinda harus bisa membawa Andrich kembali ke markas agar secepatnya pria itu bisa di tangani.
...*...
"Lucy! Aland! Masuk!" Ethan berucap di sana, membuat fokus keduanya seketika beralih pada suara yang di dengarnya.
"Ethan, ada apa?"
"Lou, aku mendeteksi adanya pergerakan dari target."
"Apa?!"
"Andrich! Target kita bergerak menuju arah pelabuhan. Sepertinya mereka akan pergi meninggalkan tempat itu."
Aland berlari menuju kamar guna mengambil barang-barang mereka sementara Lucy segera memberitahu yang lainnya kalau mereka harus secepatnya pergi dari sana.
"Teman-teman, maaf menyela sesi bercerita kalian. Tapi kita harus pergi secepatnya! Rekanku mendeteksi adanya pergerakan dari Andrich dan Melinda."
"Apa?!"
"Kemana mereka bergerak?" tanya Rei.
"Pelabuhan."
"Pelabuhan? Aku tahu tempat itu. Letaknya tidak jauh dari sini."
"Kalau begitu, ayo cepat pergi!" kata Elvina yang di angguki Lucy dan William.
"Nils, sepertinya kita harus berpisah lagi," ucap Rei.
"Aku mengerti. Pergilah. Dan mengenai agen LGE ini, biar aku yang tangani. Kalian tidak perlu mencemaskannya," ujar Nils.
"Terima kasih, kau memang selalu bisa di andalkan."
"Tidak masalah. Pergilah!"
Rei dan yang lainnya bergegas mengambil barang mereka lalu berpamitan untuk yang terakhir kalinya.
Selanjutnya, mereka berlari menyusuri jalan menuju pelabuhan.
"Kita akan terlambat kalau begini jadinya. Target kita bahkan telah bergerak sangat cepat!" Lucy mulai semakin cemas.
"Apa yang harus kita lakukan agar bisa mengejarnya secepat mungkin?" Aland terdiam sejenak dengan otak yang berputar berusaha mencari ide agar mereka bisa mengejar Melinda dan Andrich secepat mungkin.
Louis… Rei memanggil pria itu yang dalam sekejap sosoknya muncul dihadapannya.
Aku membutuhkan bantuanmu. Bisakah kau menggunakan kekuatan teleportasi mu untuk memindahkan kami?
Akan kulakukan, tuan. Louis mengangguk tanda mengerti. Pria itu segera melakukan apa yang di minta oleh Rei sebagai tuannya.
Hanya dalam satu gerakan, Rei dan yang lainnya sudah langsung berpindah ke tempat lain.
Begitu membuka mata, mereka sudah tiba di pelabuhan. Mereka berdiri di antara beberapa boks kontainer besar.
Rei dan yang lainnya dengan sangat jelas bisa mendengar suara bising dari sisi lain pelabuhan.
Apa ini?
...***...