
...***...
Wyman berusaha untuk bangun dari posisinya, tapi dengan cepat William menindih tubuhnya.
"Kau tidak akan bisa melawan!"
"Sekarang!" Lucy, dan yang lainnya segera berlari menuju arah di mana William berada, menahan tubuh Wyman.
Tapi belum sempat mereka tiba di bawah, mereka lebih dulu menghentikan langkahnya begitu secara tiba-tiba Nils keluar dari balik salah satu dinding di sana.
"Rei…"
"Nils…" Rei membulatkan kedua matanya begitu sadar pria itu ternyata sejak tadi di sana.
Semua membatu di tempatnya. Sungguh kejadian tak terduga yang mengejutkan mereka.
"Aku bisa jelaskan semuanya padamu, tapi—"
"Ini bukan saat yang tepat!" potong Lucy yang segera melangkah turun dengan Aland dan Elvina menuruni tangga.
Wyman berusaha menggerakkan tubuhnya dengan sekuat tenaga. Setelah berulang kali berusaha, ia akhirnya berhasil membebaskan diri dari William yang menindih tubuhnya.
Brukk!
Tubuh William terpental jauh ketika Wyman tanpa aba-aba menggunakan kekuatannya untuk bisa bangkit.
"Arghh…" William mengerang menahan sakit.
"William!" Semua orang seketika tertuju ke arah William. Mereka menghentikan langkahnya secara spontan.
"Kalian tidak akan bisa melarikan diri dariku!" Wyman melompat yang dalam sekejap membuat tubuhnya melayang di udara.
"Sial, dia berhasil membebaskan diri," gumam Lucy.
"Will!" Elvina segera berlari menghampiri adiknya guna memastikan keadaannya. Di saat yang bersamaan, Lucy dan Aland segera menggunakan senjata mereka untuk menembak Wyman dan menghentikannya.
"Percuma saja kalian melawan!" Wyman menghempaskan tangannya. Membuat Lucy dan Aland terpental ke arah lain.
Brukk!
Tubuh mereka berbenturan dengan dinding.
Tap!
Wyman mendarat dengan kedua kakinya, berjalan menghampiri Lucy yang kini berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya akibat kepalanya yang terbentur cukup keras.
"Sudah tidak ada jalan lagi untuk melarikan diri. Aku akan memastikan kau ikut denganku!" Wyman semakin dekat ke arah Lucy.
"B-berhenti! Jangan bawa dia!" Aland berusaha untuk bangkit. Tapi tubuhnya benar-benar tak bisa digerakkan akibat hantaman tadi.
Wyman sama sekali tak menghiraukan ucapannya dan terus melangkah menghampiri Lucy.
Splash!
Rei menggerakkan tangannya sampai membuat air keluar dan menembak tubuhnya. Hal itu membuat fokus Wyman langsung tersita.
"Berhenti di situ!"
"Kau benar-benar sangat mengganggu sejak awal!"
"Aku tidak akan membiarkanmu membawa Liana!"
"Berhenti ikut campur dalam urusan ku!" Wyman menghempaskan tangannya, berusaha mendorong tubuh Rei agar terpental ke arah lain. Namun beruntung di saat yang tepat Louis melindunginya sebelum sempat Rei terluka.
"Louis…" Rei menatap pria yang kini berdiri dihadapannya.
"Kau pikir aku akan kalah dengan mudah?" Wyman menambahkan intensitas kekuatannya sampai membuat tubuh Louis terseret. Rei yang melihat itu tak tinggal diam dan berusaha untuk menyerang Wyman dengan keluar dari perisai yang di buat Louis untuknya. Tapi usahanya sia-sia karena Louis sungguh membuatnya tak bisa keluar.
Srakk…
Louis semakin terdorong ke arah belakang. "Louis, biarkan aku melawannya."
"Tidak, tuan. Serangannya bisa membuat tuan terluka kalau tuan keluar dalam keadaan begini. Dia menyerang dengan sekuat tenaga."
Louis terus berusaha menahan serangan yang di lancarkan Wyman padanya.
Tubuh mereka sampai terus terseret ke belakang.
"Aku tidak akan membiarkanmu lolos!"
...***...