Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 423 - Dugh!



...***...


Elvina dan William bergegas berlari menuju arah mereka.


William beralih dengan kemampuannya, menarik kaki Lucy yang dalam sekejap membuat tubuh Lucy lepas dari cengkraman tangan makhluk itu.


William membawa Lucy ke samping.


Fokus semua orang seketika beralih ke arah datangnya Elvina dan William.


Andrich menghentikan langkahnya bersama tuannya begitu melihat Elvina dan William yang mendadak muncul.


"Sepertinya kita mendapatkan tamu tak diundang lainnya," gumam Andrich pada tuannya.



"Kebetulan sekali, mereka juga adalah buronan yang sedang berusaha kita tangkap." Tuan menaikkan sebelah sudut bibirnya membentuk smirk begitu sadar siapa yang sedang mereka tangkap.


"Benarkah, tuan?"


"Ya. Tangkap mereka sekalian."


"Baik, tuan."


Elvina menghampiri Lucy yang berhasil di bantu oleh William. Wanita itu terbatuk sambil berusaha menstabilkan napasnya yang sempat tertahan cukup lama.


"Are you okay?" tanya Elvina memastikan.


Lucy mendongak menatap Elvina, ia cukup terkejut. Tapi raut wajah kagetnya tersamarkan.


"Thank you," kata Lucy.


"No problem." Lucy beralih menatap William dan mengucapkan terima kasih.


"Dia tidak bisa berbicara bahasa Indonesia." Lucy memberitahu William.


"Al!" Lucy mengalihkan fokusnya pada rekannya yang terkapar di sana.


Elvina dan William menoleh ke arah yang di tatap Lucy.


Andrich lebih dulu menggerakkan tangannya, memerintahkan makhluk besar tadi untuk menahan Elvina hingga membuat wanita itu tersungkur dengan tubuh lecet akibat bergesekan dengan tanah bersemen.


"Arghh…" Elvina meringis kesakitan. Ia menoleh ke arah Andrich yang menggerakkan tangannya ke arah lain. Tangannya tertuju pada Lucy dan adiknya.


Dia akan mencelakai Lucy dan William. Aku tidak bisa biarkan ini! Elvina bergegas mengangkat tangannya dan melindungi Lucy serta William dengan kekuatan medan gaya miliknya.


William dan Lucy spontan mendongak saat mereka mendengar sebuah dentuman keras tepat di kepala mereka.


Dentuman yang mereka dengar berasal dari pasukan gaib Andrich yang berusaha melukai Lucy dan William.


Andrich tersentak. Ia spontan menoleh ke arah Elvina saat melihat pasukannya tak bisa menangkap Lucy dan William.


"Ternyata kau cukup ahli dalam mengendalikan kemampuanmu." Andrich tersenyum tipis.


Ia menggerakkan tangannya yang lain, memerintah makhluk besar tadi untuk menyerang Elvina.


Elvina sempat tersungkur jatuh untuk yang kedua kalinya. Tapi dalam serangan berikutnya, ia melindungi dirinya sendiri dengan kemampuannya.


Elvina terdiam dengan tubuh yang terseret ke belakang akibat dorongan yang entah berasal darimana.


Kekuatan apa yang dia miliki? Kenapa aku tidak bisa merasakan kemampuannya? Elvina bingung sendiri.


Sementara tangan yang lain melindungi diri dan tangan yang satunya melindungi Lucy dan William, beda halnya dengan otak Elvina yang berusaha mencari cara agar bisa membantu Aland yang masih tak bisa bergerak di sana.


Apa yang harus aku lakukan? Rei masih belum tiba, dan energiku akan terus menipis. Kalau aku tidak bisa menangani serangannya, bisa-bisa kami semua berakhir di tangannya. Elvina mulai merasa cemas.


Dugh!


Dentuman lain kembali terdengar. Lucy yang berada dibawahnya bersama William merasa kebingungan dengan apa yang terjadi.


Tapi yang pasti, dengan mata telanjangnya, Lucy bisa melihat medan gaya yang melindungi tubuhnya dan William.


Apa ini? Kenapa ada medan aneh seperti ini yang melindungiku? Lucy mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti.


...***...