Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 106 - Energi



...***...


Rei mendarat dengan kedua kakinya. Tubuhnya lemah dengan kondisi beberapa bagian badannya yang berdarah. Rei meringis menahan sakit. Di tengah semua yang terjadi pada Joe dan kedua anak buahnya, Rei bergerak berusaha melarikan diri dari mereka.


Rei berjalan tergopoh-gopoh menjauh. Berjalan menyusuri hutan berusaha untuk keluar dari sana.


Tubuhku terasa sakit, aku harus mencari cara agar bisa keluar dari hutan ini sebelum mereka kembali mengejarku, batin Rei. Ia terus melangkah walau langkahnya terasa begitu berat. Semakin ia melangkah, Rei semakin merasa kalau ada seseorang yang mengawasi dirinya dari segala arah.


Rei berhenti sesaat. Ia menoleh guna memastikan, tapi benar-benar tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya.


Rei melanjutkan langkahnya. Begitu dirinya kembali bergerak, Rei kembali merasakan seseorang mengawasinya.


Rei mengedarkan pandangannya ke sekeliling berusaha mencari sosok yang sejak tadi mengawasinya.



Fokusnya lantas disita oleh sekelebat bayangan yang bergerak begitu cepat, melintas dari jalanan samping yang dilewatinya. Namun lagi-lagi ia tidak menemukan apa-apa.


Ada seseorang yang mengawasiku. Ini semua tidak beres, aku yakin ada seseorang yang berusaha untuk menangkapku. Aku harus berhati-hati, batin Rei. Ia kembali melangkah.


Lagi. Rei dapat merasakan seseorang mengikutinya dari arah belakang. Rei kembali berhenti dan menoleh. Tidak ada.


Rei memejamkan kedua matanya. Ia merasakan semilir angin yang berhembus lembut menerpa wajahnya.


Ia membuka kedua matanya. Sedikit tersentak ketika secara mendadak potongan itu kembali dilihatnya. Potongan mengenai apa yang akan terjadi padanya selanjutnya.


Tanpa aba-aba lebih dulu, secara mendadak sesuatu menyerang dirinya. Rei tak sempat menghindari serangannya.


"Arghh…" Rei meringis kesakitan. Tubuhnya menghantam pohon cukup keras kemudian jatuh di tanah. Rei terbatuk-batuk saat napasnya tersengal.


Ia membuka matanya. Sosok bayangan hitam berdiri tepat dihadapannya. Matanya merah menyala, beradu tatap dengannya.


"S… siapa kau…" Rei berusaha mengeluarkan suaranya yang tersendat.


Sosok bayangan itu bagaikan sekumpulan asap yang kemudian bergerak menyatu. Sosoknya makin terlihat jelas sampai Rei dapat melihatnya secara nyata.


Seorang laki-laki, berdiri dihadapannya dengan mengenakan pakaian serba hitam. Jaraknya tak jauh dari tempat dimana Rei tersungkur tak bisa bergerak.


Pria itu melangkah ke arah Rei dan berdiri sekitar satu meter darinya. "Kau memiliki energi yang begitu besar dan dahsyat. Bahkan ini pertama kalinya, aku merasakan energi sebesar dan senikmat ini."


Rei mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan ucapan laki-laki dihadapannya.


"Biarkan aku, menikmati lebih banyak energi darimu…" Pria itu mengulurkan sebelah tangannya ke arah Rei.


A… apa yang akan dia lakukan padaku? K… kenapa tubuhku terasa berat? Aku tidak bisa bergerak. Seperti ada sesuatu yang menahan tubuhku… batin Rei. Ia berusaha untuk berdiri, namun tubuhnya tak bisa bergerak seakan-akan ada sesuatu yang menahan tubuhnya.


Rei menoleh ke belakang, mendongak menatap pohon yang berdiri kokoh dibelakangnya. Ia membelalakkan mata begitu melihat sesuatu yang ganjil. Ada sosok makhluk besar dengan penampilan yang begitu mengerikan yang berdiri di sana, satu kakinya menginjak tubuh Rei dan membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.


Pria dihadapannya Rei menyeringai melihat reaksi Rei, kemudian berkata, "Ternyata kau juga bisa melihatnya?"


Rei menoleh.


...***...