Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 656 - 2007



...***...


"Teman-teman..." Lucy menatap mereka satu persatu. Entah kenapa, tapi dia merasa lebih baik ketika mendengar mereka mau membantunya. Walaupun mereka baru saja kenal beberapa menit yang lalu, tapi mereka benar-benar baik bahkan sampai mau membantunya.


"Apakah kalian yakin? Kalau terlalu banyak yang pergi, maka kita semua bisa berada dalam bahaya," kata Aland.


"Tenang saja, kami pasti akan berguna dan bisa membantu kalian." Fero menjawab.


"Benar. Lagipula ada banyak evolver penjaga, kalian saja tidak akan cukup untuk melawan mereka," tambah Daisy.


"Tapi jumlah kita sekarang juga tidak memungkinkan kita untuk menang." Luna bergumam. Kalau dibandingkan dengan jumlah evolver penjaga yang ada di pulau tempat laboratorium itu berada dengan mereka, jumlahnya bahkan sangat kurang. Tidak sampai satu per empat.


"Kalian jangan pesimis! Kalian semua harus yakin kalau kita pasti akan bisa menang dan mengalahkan mereka. Selama kita bersatu, aku yakin kita pasti akan bisa!" Derek berusaha menyemangati mereka.


"Apa yang dikatakan Derek benar. Lagipula, aku akan membantu kalian kan? Jadi kalian tidak perlu cemas, aku akan membantu kalian menyelinap ke dalam laboratorium tanpa mereka ketahui dan kita susun rencana untuk mengalahkan mereka!" Joe menimpali.


"Kalau begitu, kita buat rencana yang matang dulu!" Luna dan yang lainnya merapatkan tubuh mereka dan mulai membahas rencana yang akan mereka gunakan untuk menghentikan Martin dan komplotannya.



...*...


Pria itu terdiam memandangi tabung berukuran raksasa yang ada tepat di hadapannya. Di dalam tabung itu, dia bisa melihat gadis yang baru saja di masukkan ke dalam sana.


Tabung itu berisi cairan serum Evolgesys yang telah mereka persiapkan.


Seperti yang sudah-sudah, tubuh gadis itu melayang di dalamnya.


Ia terdiam. Fokus pandangannya tertuju pada wajah tenang gadis itu. Kedua matanya terpejam, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda dia akan bangun dari alam bawah sadar.


Tapi kau tenang saja. Sebentar lagi, aku akan membebaskanmu.


Karena bagaimana pun, kau adalah satu-satunya kunci yang bisa mengaktifkan kendali atas semua evolver yang ada... Lusia.


...*...


Manchester, Inggris, beberapa tahun yang lalu.


2007


Pria itu terdiam memandang ke arah luar jendela. Tangannya masih menggenggam sebuah mug berisi kopi yang di buatnya. Ia melamun. Entah kenapa pikirannya akhir-akhir ini terus saja tertuju pada satu hal, yaitu hasil persidangan beberapa bulan lalu.


Persidangan yang dia hadiri di Indonesia yang membahas mengenai masalahnya dengan sang kakak. Memperebutkan tanah warisan yang selama ini menjadi sengketa antara dirinya dan anggota keluarganya yang lain.


Sayangnya dalam persidangan, dia kalah dan tanah yang sangat diinginkannya itu pada akhirnya jatuh ke tangan wanita yang mana merupakan kakak angkatnya.


Dia masih sangat tidak percaya kakak kandungnya sendiri malah mempercayakan dan memberikan harta warisan dan tanah yang diinginkannya selama ini pada wanita yang bahkan tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan mereka.


Setiap kali mengingat kekalahannya itu, setiap kali itu juga dia merasa kesal. Yang lebih sialnya lagi, dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk merebut tanah itu darinya.


"Huft~" Pria itu menghela napas dalam-dalam. Ia berusaha keras meredakan emosinya.


"Aku harus melupakan semuanya."


...***...