Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 416 - Siapa sebenarnya Lucy?



...***...


"What?" Lucy tampak kaget.


Itu artinya… target kita baru kembali ke London dalam beberapa hari terakhir. Berarti ketika Ethan berhasil menangkap sinyalnya, itu adalah kemunculan pertamanya semenjak yang terakhir di London? Artinya… dia baru beberapa hari di London? batin Lucy yang bisa dapat dengan jelas di dengar oleh Rei.


Rei menyipitkan mata, mendengar ucapan Lucy.


Target? Kenapa dia menyebut pria itu adalah targetnya? pikir Rei.


"Lalu, saat itu kalian melihatnya berpenampilan seperti apa? Apakah dia membawa koper atau semacamnya?" Lucy kembali mengajukan pertanyaan.


Aku punya ide. Sepertinya aku bisa memancingnya agar aku tahu apa alasan dia menanyakan pria itu dan kenapa dia menyebut pria itu dengan sebutan target, ucap Rei dalam hati.


"Saat itu aku, Elvina dan adiknya William, hendak pergi. Tapi secara tidak sengaja kami bertemu dengan pria yang kau maksud. Pria itu tidak membawa apa-apa, dia hanya berjalan bersama dengan seorang pria lain yang… mungkin seumuran dengannya."


Pria? Lucy diam sejenak.



"Bagaimana ciri-ciri pria itu?"


"Coba aku ingat-ingat dulu." Rei mengerutkan kening. Elvina menoleh pada sepupunya.


Elvina menyikut lengan Rei.


Apa? tanya Rei.


Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memberitahukan semua itu secara mendetail? Jangan membuat orang lain tahu tentang identitas kita!


Kau tenang saja. Aku hanya berusaha untuk menarik informasi lebih dari tujuannya.


Caranya?


"Pria itu mengenakan kacamata, dengan pakaian rapi, usianya mungkin seumuran dengan pria yang kau maksud, lalu…" Rei menggantungkan ucapannya.


"Lalu apa lagi?" Lucy tampak sangat tertarik.


Pria yang Rei maksud, apakah adalah profesor? Tapi profesor siapa? Miles atau Martin? pikir Lucy.


Liana juga tahu tentang profesor? Itu artinya sudah jelas kalau dia memang ada hubungannya dengan mereka. Tapi apa? Kenapa dia berusaha untuk mengejar mereka? ucap Rei dalam hati.


Lucy meraih ponselnya dan segera mengotak-atik benda itu. Sebelah tangannya bergerak menyelinap diantara rambut yang terurai menutupi bagian bahunya.


Ia menekan tombol pada handsfree-nya, berusaha menghubungi Ethan untuk mengirimkan foto targetnya yang lain.


"Eth…" bisiknya dengan suara yang sangat amat pelan.


Elvina dan Leon tak menyadari gelagat aneh dari Lucy, tapi beda halnya dengan Rei yang bisa dengan jelas melihat dan mendengar ucapannya.


Rei menyipitkan matanya.


Dia berusaha menghubungi seseorang? Sejak tadi, ada handsfree yang terpasang di telinganya? Siapa sebenarnya dia? Rei menatap Lucy dari atas sampai bawah dan memperhatikan dengan sangat detail penampilannya.


Lucy mengenakan pakaian yang cukup tertutup dengan bagian celana panjang hitam ketat yang membalut kaki jenjangnya, serta sepatu boot heels yang mengalasi telapak kakinya.


Fokus Rei tertuju pada sepatu yang di gunakan oleh Lucy. Tidak biasanya Rei melihat seorang wanita, terutama di Indonesia, menggunakan sepatu boot heels dalam keadaan seperti ini. Terlebih ada sesuatu yang aneh dari sepatu yang ia kenakan.


Ada tombol-tombol aneh di sepatunya? Walaupun warnanya sama dan benar-benar tersamarkan, tapi aku bisa dengan jelas melihat tombol-tombol itu. Aku semakin penasaran, siapa sebenarnya Lucy ini? Dan kenapa dia berusaha mencari tahu tentang profesor dan pria itu? Apa kaitannya mereka semua?


"Apakah dia orangnya?" Lucy menyodorkan ponselnya ke arah Rei. Ponsel itu menunjukkan foto seorang pria.


...***...