
...***...
Cato terdiam tanpa kata. Setiap ucapan dari Miles dan Martin sejak tadi terus terngiang dalam benaknya. Memenuhi seluruh isi pikirannya. Kalimat kedua rekannya itu entah kenapa benar-benar mengganggunya. Bahkan sampai membuat Cato tidak bisa fokus pada jalanan yang kini tengah dilaluinya.
Setelah pertemuan dengan Miles dan Martin tadi, Cato memutuskan untuk pulang. Tepat setelah Martin dan Miles meracuni pikirannya dengan segala hal yang mereka iming-imingi kalau dirinya benar-benar mau bergabung dengan mereka. Menciptakan pasukan evolusi dan mendominasi dunia. Pada intinya itulah tujuan utama dari penelitian mereka selama ini. Menciptakan serum evolusi dan mengubah manusia menjadi manusia dengan kemampuan luar biasa yang bisa mereka kendalikan, dengan begitu mereka bisa punya cukup kekuatan untuk mengubah dunia dan mengalihkan semuanya ke tangan mereka.
Cato tahu ini gila dan sungguh tidak masuk akal. Namun entah kenapa ucapan mereka terus berdengung di telinganya, dan terus mengganggu fokusnya.
Setelah menghabiskan selama beberapa saat di perjalanan, akhirnya Cato tiba di rumah. Ia menghentikan mobilnya tepat di halaman depan, dan terdiam sejenak. Cato masih berusaha menjernihkan pikirannya dan berusaha melupakan kalimat mereka. Dia tidak ingin sampai termakan ucapan Miles dan Martin.
Setelah beberapa saat terdiam dan pikirannya menjadi lebih jernih, Cato akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dan menemui yang anggota keluarganya.
...*...
Waktu berlalu dan malam pun tiba. Semua orang berkumpul seperti biasanya dan duduk bersama mengelilingi meja makan, menikmati hidangan yang di buat oleh Meredith dan Dorothy. Meja makan kala itu di dominasi oleh pembicaraan antara Dorothy, Meredith dan suaminya. Mereka membicarakan banyak hal terkait kegiatan yang beberapa Minggu terakhir Meredith dan suaminya hadiri. Mengenai bagaimana acara tersebut sampai kesan mereka ketika bisa menghadirinya. Pembicaraan mereka terus mengalir bagaikan air yang seolah tidak pernah tahu dimana ujungnya.
Cato mungkin tadi sudah berhasil melupakan apa yang diucapkan Martin dan Miles serta permintaan gila mereka untuk mengajaknya bergabung dengan proyek mereka yang sama-sama tidak waras. Tapi tepat sebelum makan malam tadi, dia baru saja mendapatkan pesan masuk dari Martin yang sekali lagi berusaha membujuknya bergabung. Lelaki itu bahkan melakukan panggilan telepon berulang ke nomor ponselnya dan sampai membuatnya kembali kepikiran mengenai pembicaraan mereka.
"Darling?" Dorothy memanggilnya pelan. Membuat pria yang tak lain ialah suaminya itu tersadar dari lamunannya.
"Ah ya?" Cato menjawab dengan ekspresi bingung dia menatap Dorothy.
"Kau baik-baik saja? Sejak tadi aku perhatikan kau hanya diam. Apakah ada sesuatu yang sedang kau pikirkan, sayang?" tanya Dorothy dengan nada lembut. Wanita itu sesaat mengabaikan Meredith dan suaminya yang masih sibuk bercengkrama sambil sesekali memperhatikan Lusia yang mulai mengacak-acak makan malamnya.
"A-aku baik-baik saja...," lirihnya pelan.
"Tidak. Aku yakin ada yang mengganggu pikiranmu, karena tidak seperti biasanya kau diam begini."
...***...