Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 187 - Pertarungan jarak dekat



...***...


Kemana dia pergi? Joe sama sekali tidak dapat menemukan keberadaan Elvina yang jelas-jelas tadi berada dibalik pohon yang baru saja di serangnya. Tapi wanita itu raib entah kemana.


Di sisi lain, Elvina tiarap di sisi lain tempatnya semula bersembunyi. Ia bergerak perlahan berharap Joe tak melihatnya.


Sepertinya dia tidak menyadariku, pikir Elvina. Ia tersenyum simpul, dengan begini lebih mudah baginya untuk menyerang Joe.


Elvina bergerak secepat yang ia bisa. Beruntung rerumputan di sana cukup tinggi hingga membuat tubuhnya tidak terlihat.



"Keluar kau!" teriak Joe. Ia menembak ke sembarang arah berusaha untuk menemukan keberadaan Elvina. Tapi wanita itu benar-benar tak dapat ia temukan.


Joe bahkan sudah membakar hampir sebagian taman hanya karena berusaha mencari Elvina.


Dia benar-benar menghilang. Joe bergerak dari tempat semula, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Elvina yang lepas dari pandangannya.


"Kemana dia pergi? Kenapa dia tiba-tiba menghilang?" gumam Joe yang berubah heran.


Bugh!


Tanpa aba-aba lebih dulu, Elvina menyerangnya dari arah belakang hingga membuatnya tersungkur, beruntung Joe masih bisa menyeimbangkan dirinya.


Tak tinggal diam begitu saja, Elvina langsung menyerangnya tanpa memberikan Joe kesempatan untuk mempertahankan dirinya.


Elvina menggunakan sedikit kemampuan bela diri yang dipelajarinya dalam jarak dekat. Ia menendang Joe, meninju bagian tubuhnya dengan kemampuannya.


Brukk!


Tubuh Joe terduduk di atas rumput. Elvina berdiri dihadapannya, ia merobek sedikit bagian roknya. Mengambil ancang-ancang dan menendang kepalanya keras hingga pria itu terkapar di tanah dalam keadaan kacau.


Elvina berusaha mengatur napasnya yang tak beraturan. Tubuhnya benar-benar terasa lemas setelah menguras hampir seluruh energinya.


"K… katakan pada si tua bangka itu! A… aku tidak akan pernah… kembali ke tempatnya, selain untuk menghentikan eksperimen gilanya!" ujar Elvina tersengal.


Joe bisa dengan jelas mendengar ucapan Elvina. Tapi pria itu sama sekali tidak merespon. Tubuhnya benar-benar terasa sakit, beberapa bagian wajahnya memar dengan beberapa darah segar yang mengucur membasahi beberapa bagian tubuhnya akibat serangan bertubi-tubi dari Elvina.


Joe nyaris kehabisan energinya, setidaknya ia masih memiliki kesadarannya.


Elvina jatuh terduduk di rerumputan. Tubuhnya benar-benar lemas, energinya benar-benar terkuras habis setelah pertarungannya.


Aku tidak boleh terus di sini, aku harus pergi sebelum Joe bangun dan kembali menyerangku. Elvina berbalik, ia bangun dengan sisa tenaganya dan berjalan menjauh dari Joe yang terkapar tak berdaya di sana.


Elvina jalan sempoyongan seperti seseorang yang baru saja pulang minum-minum dalam keadaan mabuk berat. Tubuhnya terasa sakit, dan langkahnya semakin terasa berat.


Elvina mulai merasa kalau pandangannya mulai mengabur, ia tidak dapat melihat jalanan dihadapannya dengan terlalu jelas, tapi ia terus melangkah. Sesekali dirinya menoleh ke arah Joe yang masih terkapar tanpa berusaha untuk bangkit sama sekali.


Elvina melanjutkan langkahnya, tepat saat dirinya tak lagi menoleh, Joe mengangkat tangannya. Ia memusatkan seluruh sisa energi yang dimilikinya dan mengarahkan tangannya ke arah Elvina.


Percikan listrik mulai bermunculan, semakin besar dengan tegangan semakin tinggi. Cahaya itu perlahan semakin besar hingga membuat seluruh tangannya tertutupi arus listrik berasal dari tubuhnya.


...***...