Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 42 - Mobil hitam



...***...


Elvina memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh. Ia segera menuju ke jalan yang semula disebutkan oleh tantenya.


"Ayo lebih cepat! Kalau tidak, kita bisa terlambat mengejarnya!" tutur William dalam keadaan panik.


"Aku juga sudah cepat! Lebih baik, kau coba hubungi Tante dan tanyakan dimana dia sekarang. Beritahu juga padanya kalau kita sedang berada di perjalanan untuk membantunya!"


"Baiklah." William segera mengeluarkan ponselnya dan segera ia menelpon tantenya untuk menghubungi dimana dia berada.


"Bagaimana?" tanya Elvina setelah beberapa saat William terdiam menempelkan ponsel pada telinganya.


"Tidak di jawab."


"Coba lagi."


William segera berusaha untuk menelpon lagi tantenya. Tapi setelah berulang kali, nomornya sama sekali tidak dapat ia hubungi.


"Masih tidak di jawab."


"Jangan menyerah," tukas Elvina yang terus memfokuskan diri untuk mengemudi. William terus mencoba menghubunginya lagi. Setelah beberapa kali, nomornya berubah jadi tidak aktif dengan nada panggilan yang berbeda.


"Sekarang tidak aktif," kata William.


"Apa? Oh, astaga. Sekarang bagaimana kita bisa tahu dimana Tante?"


"Terus jalan saja, kita cari di tempat yang tadi Tante sebutkan. Kita pasti akan menemukannya kalau dia juga berada di sana."


"Ide yang bagus."


Elvina melajukan mobilnya menuju tempat yang dimaksud.


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya mereka tiba di jalan yang mereka tuju.


"Cari di sepanjang jalan," titah Elvina pada William.


Fokus Elvina dan William tiba-tiba di sita oleh keberadaan beberapa mobil hitam yang bergerak di belakang mobil mereka.


"El… coba kau perhatikan, mobil di belakang itu seperti mengikuti kita sejak tadi," ucap William pada kakaknya sambil menatap kaca spion tengah.



Elvina melirik ke arah spionnya, ia juga melihat apa yang dilihat oleh William. Beberapa mobil berwarna hitam tengah mengikuti mereka.


"Benar. Tapi apa yang mereka inginkan? Kenapa mereka mengikuti kita?"


"Coba kau berbelok di depan sana." William menunjuk ke arah pertigaan di depannya. Elvina segera mengikuti saran adiknya. Tapi, begitu Elvina hendak berbelok, mobil-mobil itu mempercepat laju kendaraan mereka hingga beriringan dengan mobil yang ditumpangi oleh Elvina dan William.


"I… ini buruk, El. Perasaanku, mengatakan kalau ada yang tidak beres," ujar William.


Elvina hanya diam tak menjawab dan terus fokus mengendarai mobilnya. Mobil di kedua sisi kendaraan mereka mulai bergerak menjepit mobil mereka diantara kedua mobilnya. Elvina mulai panik. Ia dengan cepat menginjak gas untuk bisa lepas, tapi kedua mobil itu lebih dulu menghentikan mobil mereka dengan menyenggol bagian kiri dan kanan mereka.


Elvina dan William tersentak kaget. Jantung mereka nyaris saja melompat keluar dari tubuh mereka. Elvina dan William hampir mengalami kecelakaan akibat dua mobil di sisi kiri dan kanan mereka.


"Lebih cepat!" William mengintruksi kakaknya.


"Aku sudah mencoba. Tapi, ini adalah kecepatan maksimal!" tukas Elvina yang semakin panik.


Kedua mobil itu bergerak berjejer. Mereka berganti posisi. Satu mobil bergerak hingga sejajar dengan mobil Elvina, sementara mobil lain berada di belakangnya.


Mobil di belakang tiba-tiba saja menabrak bumper belakang hingga laju mobil mereka tak karuan.


"El, lebih cepat!!" William semakin ketakutan.


"Aku sudah coba!"


...***...