Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 571 - Pulau lain



...***...


Arleta bergerak cepat. Ia segera menurunkan sekoci yang ada dengan dirinya dan Rei di dalamnya. Setelah itu dengan segera dia mendayung sekuat tenaga pergi dari sana.


Lucy dan yang lainnya belum menyadari akan hal itu, mereka terlalu fokus mencari cara untuk bisa naik lagi. Karena mereka kira Rei dan wanita itu masih ada di atas.


"Kita harus cepat!" ujar Elvina dengan wajah panik. Lucy dan Aland lantas segera menggunakan alat yang terpasang pada ikat pinggang mereka.


Mereka melepaskan bagian kepala pada ikat pinggangnya, menekan tombol yang ada di sana yang dalam sekejap melontarkan sebuah tali dengan pengait yang langsung terikat pada bagian pagar di kapal itu.


Lucy mengulurkan tangannya pada Elvina, begitu juga dengan Aland yang kemudian membantu William untuk naik. Keempatnya lantas kembali ke atas kapal untuk memastikan Rei baik-baik saja.


Di atas sana, Elvina dan yang lainnya segera mencari Rei.


"Aku yakin dia baru saja di bawa ke sini!" ucap Elvina dengan wajah panik.


"Ada salah satu sekoci yang hilang!" Aland menghitung kembali jumlahnya.


"Teman-teman, di sana!" Lucy menunjuk ke arah sekoci yang dilihatnya. Sekoci itu berisikan Rei dan Arleta yang bergerak menuju pulau yang letaknya di seberang laut.


"Ada pulau lain…" Aland mengerutkan kening.


"Pulau itu…" Elvina dan William menatap pulau yang mereka lihat.


"Kita harus membantunya, cepat!" William semakin cemas.


"Kita gunakan ini!" kata Aland pada mereka. Lelaki itu menghampiri salah satu sekoci yang kemudian ia turunkan secara perlahan. Lucy dan yang lainnya bergegas naik, begitu juga dengan Aland yang ikut turun setelah sekocinya mengambang di laut.


Mereka mulai mendayung, mengejar Arleta yang semakin jauh bergerak menuju pulau.



...*...


"Ini adalah hal yang benar-benar tidak pernah aku bayangkan. Bagaimana mungkin kau bisa bertahan?"


Arleta tersenyum memandangi Rei. Wanita itu semakin bersemangat, dan ia ingin secepatnya sampai di pulau seberang.


Setelah mendayung secepat yang dia bisa, akhirnya dia berhasil membawa Rei tiba di pulau seberang. Di sana, dia segera turun dan menyeret Rei yang dalam keadaan tidak sadarkan diri menuju suatu tempat yang terletak di dalam hutan.


...*...


"Teman-teman, apakah kalian merasa ada yang aneh dengan Dorothy akhir-akhir ini?" gumam Luna secara tiba-tiba.


Fokus Fero dan Daisy yang saat itu sedang berjalan berdampingan dengannya seketika beralih ke arahnya.


"Apa maksudmu?"


"Entahlah, tapi aku merasa sikap Dorothy agak aneh semenjak Joe dan adiknya itu datang ke sini," tuturnya lagi.


Fero dan Daisy hanya bisa mengerutkan kening. Mereka tidak mengerti sikap aneh seperti apa yang Luna maksud.


"Aku merasa, Dorothy jadi lebih tenang dan lebih mudah senang. Selain itu…, dia juga jadi begitu perhatian pada Derek dan Joe."


"Oh, itu yang kau maksud." Fero dan Daisy menganggukkan kepala mereka serentak.


"Ya. Bukankah aneh?" Luna memandangi kedua temannya itu.


"Aku rasa tidak. Bukankah Dorothy memang seperti itu? Sikapnya sejak dulu juga memang begitu kan?" ucap Daisy.


"Tidak. Aku rasa sikapnya berubah, seperti…, ada sesuatu antara dia, Joe dan Derek."


"Mungkin hanya perasaanmu saja." Fero menambahkan.


"Kau merasa seperti itu, mungkin karena akhir-akhir ini Dorothy terlalu memperhatikan Derek dibandingkan dirimu." Sambungnya.


...***...