
...***...
Leon menghentikan laju mobilnya di depan rumah besar yang tidak lain adalah tempatnya tinggal.
Ia melangkah keluar dari dalam mobil. Hari ini dirinya sengaja mengemudi sendiri tanpa Irfan karena ingin menikmati makan siang bersama dengan Elvina.
Sedangkan Irfan, ia perintahkan untuk melakukan hal lain di tempat lain.
Leon melangkah menghampiri pintu masuk, mendorongnya perlahan dan melenggang ke dalam sana.
"Aku pulang."
"Kau sudah pulang, sayang?" Seorang wanita paruh baya berjalan menghampirinya.
Zabrina Pamela menghampiri putra semata wayangnya yang baru saja tiba. Ia tampak sangat kelelahan setelah menghabiskan seluruh harinya di kantor.
"Ya," balasnya pelan.
"Kau terlihat sangat kelelahan, apa perlu mama minta bi Emma untuk menyiapkan air hangat untukmu mandi?"
"Tidak perlu, ma. Biar aku siapkan sendiri, lagipula aku ingin beristirahat sejenak sebelum mandi."
"Baiklah terserah, kalau begitu naiklah. Mama akan memanggilmu ketika jam makan malam tiba."
"Ya. Aku naik." Leon beranjak meninggalkan Zabrina yang kini diam sambil memandangi punggung putranya yang terus bergerak menjauh hingga tiba di tangga dan menghilang seiring langkahnya yang semakin tinggi.
Blam!
Leon terhenyak di atas sofa, bersandar dengan posisi kepala menengadah menatap langit-langit kamarnya.
Leon sejak tadi tak bisa memikirkan hal lain selain kejadian ganjil yang ia alami saat bersama dengan Elvina.
Kenapa aku tidak bisa ingat apa-apa tentang kejadian sebelum Elvina hilang? Apa yang sebenarnya terjadi? Leon terus dihantui tanda tanya yang semakin lama semakin banyak bermunculan di otaknya.
Tapi, kalau di pikir-pikir lagi… kejadian seperti ini bukan hanya terjadi satu kali. Kalau tidak salah, aku juga pernah mengalaminya. Leon mengerutkan keningnya berusaha mengingat kembali kejadian lain yang serupa seperti apa yang telah ia alami hari ini.
Tak lama, ia akhirnya mengingat beberapa kejadian yang serupa. Yang pertama adalah saat dirinya meminta Elvina untuk membelikannya kopi, lalu yang kedua adalah ketika ia hendak mengajak Elvina pulang bersama dengannya. Ia bahkan sempat menarik tangan Elvina.
Kejadian itu terjadi tepat setelah ia berada dalam lift yang sama dengan Elvina.
"Benar! Ini bukanlah kejadian yang pertama kalinya, karena aku memang pernah mengalami hal yang sama. Dan ini mungkin bisa dibilang adalah kejadian ketiga semenjak beberapa waktu lalu."
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku bisa tiba-tiba mengalami hal itu? Tiba-tiba lupa akan apa yang sedang aku lakukan, tapi setelah berhari-hari aku baru ingat apa yang terjadi. Selain itu, kenapa di saat hal itu terjadi… di saat itu juga Elvina menghilang?"
"Aku benar-benar tidak mengerti. Apakah ini hanya kebetulan?"
Leon memonolog, sore itu dirinya terus dibuat penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sepertinya lebih baik aku berhenti memikirkan semua itu. Sekarang aku akan mandi dan mengganti pakaianku. Ugh, tubuhku benar-benar lengket."
Leon beranjak bangun dari tempat duduknya. Ia melangkah menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat guna dirinya berendam, setelahnya ia kembali untuk menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan nanti setelah selesai mandi.
Setelah semuanya selesai, Leon segera mengambil handuk dan melepaskan semua pakaiannya lalu mandi.
...***...