Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 25 - Jatuh



...***...


Elvina berjalan mundur, menjauh dari pria-pria yang berusaha menangkapnya. Sorot matanya tajam menatap ke arah mereka.


"Aku takkan membiarkan kalian menyentuhku sedikitpun." Elvina memusatkan seluruh energinya pada telapak tangannya. Membuat medan gaya itu, muncul melindunginya.


"Percuma saja kau menggunakan kekuatanmu. Kau tidak akan bisa menang melawan evolver penjaga seperti kami." Salah satu pria berucap.


Elvina masih terus berjalan pelan sementara mereka berdua terus mendekat.


"Jangan buang-buang waktu lagi. Kalau kalian tidak ingin di marahi profesor, segara tangkap dia dan kita bawa dia pergi!" titah Joe pada anak buahnya. Mereka semua lantas segera bergerak mengepung Elvina dari segala arah.


Elvina semakin pintar menggunakan kekuatannya, membuat medan gaya itu berubah menjadi bola yang menyelimuti tubuhnya.


"Percuma saja!" Satu pria mengangkat tangannya, menghancurkan medan gayanya yang dalam seketika pecah. Elvina tersentak dibuatnya, ini belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Berhenti mengulur waktu, nona. Sekarang ikut dengan kami." Pria itu nyaris menarik tangan Elvina.


Elvina bergerak lebih dulu, menembakkan kekuatannya ke arah pria itu yang dalam seketika terpental jauh ke arah lain.


"Ternyata dia sudah semakin pintar menggunakan kekuatannya." Pria lain berucap. Mereka spontan menggunakan kekuatannya untuk menyerang Elvina.


Elvina berusaha bertahan dengan memanfaatkan medan gayanya sebagai perisai, sialnya kekuatan mereka yang besar membuat Elvina justru kalah dan terhempas jauh dari arah mereka.



Brukk!


Luka bermunculan di beberapa bagian tubuh Elvina. Rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya. Elvina berusaha untuk bangkit, tapi energinya terkuras akibat serangan mereka.


E… energi mereka terlalu besar untuk aku tangani… batin Elvina. Ia bangun tertatih dari posisinya.


"Menyerahlah, kau tidak akan menang melawan kami." Joe berjalan ke arah Elvina dengan rekan-rekannya.


"A… aku tidak akan menyerah begitu saja."


"Ternyata kau begitu keras kepala." Pria itu menghempaskan kekuatannya. Elvina melindungi diri dari listrik yang menyambar ke arahnya.


Kepulan asap terlihat menghiasi pergesekan antara perisai medan gaya miliknya dengan sambaran listrik Joe yang menyerangnya sekuat tenaga.


S… sial… energiku terkuras hanya karena terpental tadi, aku jadi tidak bisa menghadapi kekuatan Joe seperti sebelumnya, batin Elvina. Wanita itu terdorong ke arah belakang hingga membuat high heels-nya berasap.


Joe semakin memusatkan kekuatannya pada kedua telapak tangannya, membuat tegangan listrik lebih besar dari sebelumnya. Dalam satu kali hentakan, perisai yang melindungi Elvina langsung hancur.


Elvina terpental untuk yang kedua kalinya. Tubuhnya sampai menggelinding lebih jauh.


Kepulan asap abu-abu mendominasi pandangan mereka. Elvina yang tersungkur di tanah, berusaha untuk bertahan.


Rasa perih menjalar di area kulitnya yang terkena gesekan secara langsung dengan tanah bersemen.


A… aku tidak akan bisa menghadapi mereka, sepertinya aku harus memikirkan cara agar bisa lolos dari kejaran mereka, batin Elvina. Ia mengusap sudut bibir yang dirasanya mengeluarkan cairan berbau amis yang tak lain adalah darah.


Elvina menatap tajam mereka semua, dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk bangun.


Aku… harus lari. T… tapi bagaimana caranya aku lari dengan sisa tenaga yang aku miliki? pikirnya. Elvina gagal bangkit. Energinya terlalu banyak terbuang hingga membuat Elvina tidak memiliki tenaga untuk bangun.


...***...