Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 358 - Lepaskan tangannya!



...***...


Langkah Claretta tertahan saat kedua tangannya di tarik menuju arah yang berlawanan satu sama lain.


Lelaki itu berbalik dan menatap ke arah William yang mencengkram pergelangan tangan kekasihnya. Pun Claretta yang sekarang menatap ke arah William.


"Dia tidak akan pergi kemanapun denganmu. Apakah kau tidak mendengar kalau tadi dia bilang tidak ingin pergi denganmu?" ujar William.


"Lepaskan tangannya!" tukas lelaki itu.


"Tidak akan!"


Lelaki itu menarik tangan Claretta ke arahnya, William tak tinggal diam. Ia juga menarik Claretta menuju arahnya hingga tubuh gadis itu terus berpindah dari arah yang satu ke arah yang lain.


Calvin dan Jack yang sejak tadi hanya diam seketika di buat terkejut dengan apa yang terjadi.


"Apa yang dia lakukan?!" Calvin terkejut bukan main.


"Kita harus memisahkan mereka. Bisa-bisa ada perang, hawanya sudah tidak baik." Jack beranjak bangun dari duduknya dengan diikuti oleh Calvin di belakang.



Mereka berdua segera menghampiri ketiganya.


"Aww, lepaskan tanganku!" Claretta berusaha melepaskan cengkraman mereka berdua. Sialnya, gagal. Mereka mencengkram pergelangan tangannya sangat erat hingga membuatnya tak bisa membebaskan diri.


"Aku akan melepaskan tanganmu setelah kita bicara," tutur lelaki itu padanya.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan lelaki yang menarik tanganmu secara kasar," lirih William.


"Memangnya kau siapa? Sudah aku bilang jangan ikut campur, atau kau akan menyesal!" Lelaki itu kembali mengancam William. Ia menarik tangan Claretta. Terjadi saling tarik-menarik antara William dan lelaki itu.


"Hentikan!" Calvin dan Jack membantu Claretta membebaskan diri.


William dan lelaki itu spontan melepaskan cengkraman tangan mereka begitu keduanya mendadak diam di kedua sisi Claretta, menghimpit tubuh gadis itu ditengahnya.


"Jangan membuat keributan di sekolah!" kata Calvin.


Calvin naik pitam mendengar cara bicaranya yang benar-benar tidak sopan.


"Tolong jaga sikapmu, kami ini kakak kelasmu. Tidak seharusnya kau bicara seperti itu?!" tukasnya penuh penekanan.


Lelaki itu terkekeh pelan.


"Aku baru tahu kalau kakak kelasku di sini sangat suka ikut campur dalam urusan orang lain."


"Jaga ucapanmu!" Jack ikut kesal.


"Daripada kau terus di sini dan membuat keributan, lebih baik kau pergi!" William mengusirnya.


"Apa? Aku? Bukankah seharusnya kalian yang pergi?"


"Pergi, atau aku laporkan sikapmu ini pada guru?"


"Aku akan pergi kalau aku sudah bicara dengan Claretta." Ia baru saja hendak menarik tangan gadis itu, tapi dengan cepat Calvin menahannya.


"Dia bilang tidak mau, apakah kau tidak mengerti?" Calvin menatapnya tak bersahabat.


"Aku tidak mengajakmu pergi, aku ingin bicara dengan Claretta. Lagipula dia adalah pacarku! Claretta, ayo kita bicara." Lelaki itu berucap padanya.


"Aku tidak mau," ujar Claretta.


"Jangan membuatku marah."


"Hey, dia sudah bilang kalau dia tidak mau. Jadi sekarang lebih baik kau pergi!" usir Jack.


Lelaki itu terdiam sejenak dengan kedua tangan yang terkepal erat. Matanya menatap satu persatu orang yang ada di sana dengan wajah kesal.


"Pergi!" William menekankan kalimatnya, mengusir lelaki itu.


"Okay, aku akan pergi. Tapi ingat ucapanku tadi! Aku tidak akan tinggal diam?!" Lelaki itu menunjuk William.


...***...