
...***...
Elvina dan William terdiam memandangi Lucy yang sudah kembali. Mereka juga mulai cemas karena Rei tak kunjung kembali.
"Liana sudah kembali. Tapi kemana Rei? Kenapa dia belum kembali?" Elvina bergumam pelan.
"Aku harap dia segera kembali..." balas William. Tidak lama, perhatian mereka beralih ke arah langit dimana mereka melihat Lusia yang terbang dengan Rei bersamanya.
"Rei..." Elvina dan William segera berlari menuju arahnya. Lusia mendarat bersama dengan Rei. Lelaki itu sempat pingsan karena energinya yang terkuras habis. Tapi dia akhirnya sadar setelah Louis datang dan menolongnya.
"Syukurlah kau selamat..." Elvina dan William memeluk tubuh sepupunya itu erat. Mereka benar-benar lega melihat Rei yang kembali dengan selamat. Rei hanya tersenyum sambil balas memeluk mereka.
"Aku juga lega karena kalian berhasil bertahan. Tapi apa yang terjadi?" Rei menoleh ke arah kerumunan orang-orang yang bersama dengan Derek.
"Derek, sudah pergi..." lirih Elvina.
"Dia meninggal."
"Apa?" Rei segera berjalan menghampiri tempat dimana mereka berada. Begitu juga dengan Lucy yang langsung menghampiri tempat mereka berada. Tiba di sana, mereka melihat Derek yang sungguh sudah tidak bergerak sama sekali. Pria itu benar-benar tewas.
Lusia menangis, dan menyalahkan dirinya sendiri. Joe juga sempat kesal pada Lusia. Tapi Rei keduanya menahan Joe dan mencoba melindungi Lusia.
"Joe... Hentikan. Tidak ada gunanya kita menyalahkan Lusia, karena bagaimanapun juga dia tidak bersalah."
"Kenapa mama membelanya?"
"Lusia juga adalah korban di sini Joe... Lagipula, Lusia juga adalah saudaramu."
"Apa?" Semua orang terkejut dengan ucapan Dorothy, termasuk Lusia sendiri. "Lusia adalah cucu dari adik ayahmu. Dia juga adalah korbannya... Kalau saja dulu mama berhasil menghentikan papamu, maka Lusia tidak akan pernah menjadi korbannya dan kita tidak akan pernah sampai berada di situasi seperti ini..."
Dorothy akhirnya menceritakan segalanya tentang apa yang terjadi pada Joe. Dia menjelaskan tentang kejadian di masa lalu. Tentang bagaimana Lusia terbunuh hingga Cato berambisi untuk menggantinya dengan kloning lalu dengan ambisinya mencoba untuk menguasai dunia. Mereka semua sangat terkejut mendengar apa yang diceritakan oleh Dorothy. Begitu juga dengan Lusia yang terkejut mengetahui fakta dimana ternyata dirinya hanyalah kloning yang dibuat untuk menggantikan Lusia yang asli yang terbunuh di laboratorium pada tahun pertama evolver diciptakan.
Rei memandangi wajah Lusia yang tampak murung. Lelaki itu menarik dan menggenggam tangannya erat. Lusia sempat menoleh ke arahnya, dan Rei hanya tersenyum. Mencoba membuatnya merasa lebih baik.
"Aku akan menebus kesalahanku... Aku mungkin tidak akan bisa menghidupkan Derek lagi dengan kekuatanku... Tapi sebagai gantinya akan aku pindahkan dia dan aku makamkan dia dengan layak."
"Kau bisa melakukannya?" Dorothy mendongak menatapnya. Wanita itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kalau begitu lakukanlah."
Lusia menggunakan kekuatannya, memindahkan tubuh Derek dan memakamkannya di salah satu pemakaman yang ada di tempat asal mereka. Setelah memindahkan Derek, Lusia juga mengirimkan para evolver yang terbunuh di sana ke tempat yang seharusnya. Dia mengirimkan mereka semua ke tempat asal mereka. Setelah semua itu, yang kini tersisa hanyalah mereka dan malam yang mulai berganti peran dengan pagi.
Semua orang berkumpul untuk mengucapkan perpisahan yang terakhir kalinya.
...***...